Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Gumbregan - Nganjuk, Jawa Tengah
Upacara Adat “Gumbregan” merupakan salah satu kegiatan sekelompok masyarakat yang masih peduli dan nguri-uri budaya spiritual, warisan para leluhur bangsa. Adapun tujuan dari upacara adat ini merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang dilimpahkan kepada mereka dalam wujud anugerah hewan-hewan piaraan, juga dimaksudkan sebagai media pemersatu bangsa sekaligus nguri-uri budaya spiritual. Upacara Adat “Gumbregan” merupakan salah satu peristiwa adat budaya yang masih eksis di sekelompok masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Baron. Upacara adat “Gumbregan” merupakan salah satu bentuk selamatan yang dilakukan masyarakat pemilik hewan piaraan seperti kambing, kerbau, sapi, dan kuda. Upacara selamatan ini dimaksudkan untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesejahteraan yang diberikan olehNya dalam wujud hewan-hewan piaraan yang berlimpah guna membantu dan memenuhi kebutuhan hidup manusia. Selamatan “Gumbregan” dilaksanakan di rumah masing-masing warga pemilik hewan piaraan, dan waktu untuk selamatan hanya pada Malam Rabu Kliwon atau Malam Jumat Wage. Dalam selamatan ini, pemilik hewan piaraan biasanya akan mengundang para penggembala di desanya. Adapun yang memimpin upacara “Gumbregan” adalah sesepuh adat. Beberapa keperluan selamatan yang perlu disiapkan antara lain: 1. Bokor kencono yang berisi bunga setaman. 2. Ketupat secukupnya. 3. Opor ayam. 4. Bubuk kedelai (sambel dele). 5. Serundeng kelapa. 6. Kendi yang berisi air suci. 7. Tikar baru (klasa dewa) untuk alas sesajian. 8. Jajanan pasar, dan lain-lainnya sebagai tambahan. Beberapa hari sebelum Malam Rabu Kliwon atau Malam Jumat Wage, pemilik hewan piaraan sekaligus pemangku hajat mengundang sesepuh adat, tetangga, dan para penggembala, serta menyiapkan segala macam keperluan selamatan seperti tersebut di atas. Selamatan “Gumbregan” ini biasanya dimulai pada pukul 18.30 atau setelah usai Sholat Magrib. Setelah semua siap, tata acara Upacara Adat “Gumbregan” dimulai dengan menyebut Ki Dadung Awuk sebagai penggembala hewan piaraan, Ki Dhanyang Kumara Saba, Ki Gedhe Ngatos Angina yang menyebarkan semua hewan. Ujub disampaikan oleh sesepuh adat, setelah ujub selesai, bunga setaman dan ketupat sesaji sesuai jumlah hewan piaraan dibawa ke kandang hewan, adapun sisanya dimakan bersama undangan yang hadir, serta dibagikan kepada para penggembala.