Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Makanan Thiwul Wonogiri - Kab. wonogiri, Jawa Tengah |
Di daerah Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah sebagian besar merupakan pegunungan kapur sehingga tanahnya kering tandus dan sangat sulit untuk mendapatkan pengairan. Pengairan tanamannya bergantung pada datangnya air hujan, sehingga sangat sulit untuk melakukan budi daya tananam padi. Sebagai tanaman pendamping atau pengganti tanaman padi dan cocok ditanam di Kabupaten Wonogiri adalah tanaman ketela pohon atau singkong. Karena di daerah ini sebagian besar tanaman ketela pohon maka di daerah Kabupaten Wonogiri merupakan penghasil utama ketela pohon di daerah Jawa Tengah. Untuk memfaatkan hasil ketela yang melimpah masyarakat membuat bahan makanan yang tidak cepat busuk, awet disimpan untuk persediaan pada waktu musim paceklik atau musim panas / kering dimana masyarakat di daerah tandus ini tidak bisa bercocok tanam. Bahan makanan yang dibuat dari bahan ketela pohon atau singkong yang dikeringkan diberinama gaplek. Dari bahan gaplek ini masyarakat di Kabupaten Wonogiri kemuddian membuat makanan yang diberi nama thiwul, yang pada waktu dahulu merupakan makanan pokok pengganti nasi.
Thiwul salah satu makanan khas yang berasal dari Kabupaten Wonogiri, merupakan salah satu makanan berbahan dasar ketela pohon. Masyarakat Kabupaten Wonogiri pada jaman dahulu memanfaatkan makanan ini sebagai makanan pokok pengganti nasi. Meskipun dalam perkembangannya saat ini nasi telah menjadi makanan pokok, namun thiwul tetap dikenal sebagai makanan khas yang cukup bersejarah. Makanan ini dipercaya juga pernah digunakan sebagai makanan pokok ketika masa penjajahan Jepang. Thiwul dibuat dari gaplek yang merupakan hasil olahan singkong yang telah dikupas dan dikeringkan. Dari pengeringan tersebut setelah diolah akan diperoleh tepung ketela pohon yang kemudian diolah menjadi thiwul. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Thiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Karena saat ini tidak banyak lagi masyarakat yang memanfaatkan makanan ini sebagai makanan pokok, thiwul kemudian dikreasikan dengan berbagai bentuk dan dikembangkan sebagai makanan yang modern. Hal ini tentu saja membuat keberadaan thiwul tidak dilupakan justru semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan kuliner khas di Kabupaten Wonogiri.
Makanan thiwul dibuat dari bahan makanan gaplek adapun bahanya terdiri atas: tepung gaplek, air, daun pandan, gula merah, parutan kelapa muda, dan garam.
Cara membuat thiwul :
• Letakkan tepung gaplek di atas tampah, perciki dengan air sambil diaduk-aduk hingga adonan berbutir seperti pasir, kemudian sisihkan.
• Masukkan adonan ke dalam dandang yang telah dipanaskan dan dialasi daun pisang, taruh gula merah sisir secara acak, kukus hingga 60 menit, kemudian diangkat.
• Kukus pula kelapa parut dengan daun pandan dan garam selama 15 menit, kemudian di angkat.
• Sajikan thiwul bersama kelapa parut.