Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Larung Sesaji Waduk Bening Widas - Madiun, Jawa Timur
Kabupaten Madiun mempunyai tradisi larungan yang dilaksanakan di Kawasan Wisata Waduk Bening Widas di Kecamatan Saradan. Larung sesaji tersebut diselenggarakan setiap satu tahun sekali yaitu dilaksanakan pada penghujung bulan Muharram. Sesaji yang dilarung berupa tumpeng atau hasil bumi. Tumpeng tersebut berupa tumpeng Bogomulyo yang berbentuk ikan raksasa dengan berat mencapai 200 kg. Tumpeng Bogomulyo kemudian di larung atau dihanyutkan ke dalam waduk Bening Widas di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Acara larung sesaji Waduk Bening Widas dihadiri oleh ribuan masyarakat dengan dimeriahkan oleh sejumlah pendekar silat dari Madiun, reog Ponorogo dan tari Dongkrek. Prosesi jalannya upacara larung sesaji adalah tumpeng Bogomulyo yang berbentuk ikan raksasa tersebut diarak oleh masyarakat sekitar Waduk Bening Widas dari gardu pandang menuju ke tepi waduk. Dalam iring-iringan tersebut masyarakat yang menyaksikan prosesi arak-arakan dihibur dengan atraksi silat, reog Ponorogo dan tari Dongkrek. Setelah rombongan arak-arakan sampai ditepi waduk acara kemudian dilanjutkan dengan doa yang diikuti oleh seluruh masyarakat yang hadir. Setelah acara doa selesai kemudian dilanjutkan dengan melarung sesaji tersebut ke tengah waduk dengan menggunakan rakit dari batang pisang. Setelah pelarungan sesaji selesai kemudian dilanjutkan dengan prosesi penanaman pohon di bantaran waduk. Sedadnkan didepan panggung hiburan dua tumpeng raksasa yang berisi ikan nila dan mujair dengan tinggi 1,5 meter serta bawang merah diperebutkan untuk masyarakat yang hadir. Begitu pula dengan tumpeng yang terdiri dari nasi putih dan nasi kuning juga menjadi santapan bagi masyarakat yang datang.