Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Genukan - Dlingo, Kab. Bantul, DI Yogyakarta |
Permainan genukan atau sering disebut juga dengan genuk. Genukan diperkirakan berasal dari kata genuk yang berarti tempayan atau genthong, yaitu tempat untuk menyimpan air. Hal ini dikaitkan dengan peran juri (embok atau bapak) yang duduk di tengah di antara ke dua kelompok yang bertanding.
Waktu dan tempat permaianan genukan biasanya dilakukan pada sore hari lebih-lebih pada saat terang bulan dan bertempat di halaman yang agak luas. Peserta permaianan genukan terbagi menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompok terdiri atas 4 sampai 7 orang. Sehingga jika jumlah pesertanya lengkap maka pemain genukan berjumlah 2x7+1(juri) = 15 orang, laki-laki semua atau perempuan semua. Usia peserta 7-8 tahun atau lebih.
Jalannya permainan genukan adalah sebagai berikut : Para peserta dibagi menjadi dua kelompok dan ditambah sorang lagi yang berperan sebagai juri. Misalnya kelompok I terdiri dari a, b, c, d, f, dan g, dan Kelompok II terdiri dari h, i, j, k, l, m, dan n. Meraka berdiri berhadap-hadapan antara kelompok I dan di bagian barat secara berpasangan dengan jarak 12 meter. Kelompok I di bagian timur dan II di bagian barat. Kemudian O sebagai juri berada di antara Kelompok I dan II.
Mula-mula juri memanggil salah satu seorang anggota dari salah satu kelompok, misalnya kelompok I berdiri di sebelah timur. Panggilan diucapkan dengan kata-kata : Sar-sur wetanan, atau sur wetan. Kemudian salah seorang yang tidak ditentukan, misalnya c maju ke tempat juri. Ia berjongkojk sambil membisikkan ke telinga si juri menyebut nama seseorang dari kelompok lawannya. (II), misalnya j. Kemudian ia mundur kembali ke tempat semula. Selanjutnya juri kemudian memanggil sesorang dari kelompok II dengan kata-kata Sar-sur kulonan. Salah seorang dari kelompok II maju dengan perasaan was-was karena khawatir jangan-jangan dialah yang namanya dibisikkan c kepada juri. Karena yang disebutkan c adalah j padahal yang maju berikutnya adalah h maka kali ini juri berkata slamet sego liwet. Kepada h membisikkan nama seorang dari kelompok I sesudah itu lalu mundur, Selanjutnya juri memanggil peserta dari kelompok I dengan kata-kata semuala ya itu sar sur wetanan. Apabila kali ini yang maju bukan namanya yang baru saja dibisikkan h ke telinga juri maka juri baru saja disebutka h makajuri mengatak betul atau dapat pula mengatakan dor seolah-olah juri menembak tepat pada bisikan lawan.
Apabila hal ini terjadi berarti yang maju tersebut beserta kelompoknya (I) dinyatakan kalah. Para peserta anggota kelompok II lalu minta gendong pada pasangan dalam kelompok I. Jarak menggendongnya biasanya dari garis kelompok yang kalah hingga garis kelompok yang nmenang, tetapi dapat pula menurut perjanjian. Apabila pemain masih menghendaki untuk bermain lagi maka permaianan dapat dimulai.