Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaRoti Bluder Cokro - Kota Madiun, Jawa Timur
Roti bluder (bloeder) merupakan salah satu jenis roti klasik yang berwarna cokelat keemasan dan rasanya manis. Ciri khas dari roti bluder adalah teksturnya yang empuk dan lembut dan ketika disobek akan tampat serat-serat roti yang halus. Roti bluder dibuat dari campuran adonan tepung, mentega dan telur yang kemudian diolah dengan cara khusus sehingga menghasilkan tekstur yang lembut. Bila dilihat dari sejarahnya, roti bluder sebenarnya sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Saat itu, roti bluder dibawa oleh orang Eropa. Kemudian, roti bertekstur ini menjadi populer sebagai santapan wajib para tentara Belanda dan menjadi peninggalan Belanda di Indonesia. Dan Bluder Cokro merupakan roti khas legendaris dari Madiun Jawa Timur yang mempunyai tekstur lembut. Kelembutan roti Bluder Cokro telah memiliki tempat yang spesial di hati masyarakat. Roti ini memang berbeda dengan roti biasanya, roti bluder punya tekstur lembut dengan aroma dan rasa mentega yang menggoda dan begitu terasa di lidah. Rasa istimewa roti Bluder Cokro telah dipertahankan sejak dulu hingga sekarang. Bluder Cokro didirikan oleh Ibu Suzana pada tahun 1989 di Jalan Cokroaminoto No 36, Kota Madiun. Suzana mulai memodifikasi resep roti yang diperoleh dari temannya yang ada di Kediri. Awalnya roti tersebut diberi nama roti Cokro kemudian diubah menjadi roti Bluder Cokro. Nama bluder inilah yang kemudian menjadi populer di masyarakat. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya permintaan dari konsumen, Bluder Cokro terus berkembang dengan mendirikan pabrik-pabrik baru yaitu di jalan Kelapa Manis dan di jalan Hayam Wuruk, Kota Madiun. Bluder Cokro masih tetap berproduksi hingga saat ini dan terus berinovasi dengan menambah varian dan produk baru yang sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia. Hingga saat ini roti Bluder Cokro terdapat 18 varian rasa baik manis maupun asin. Varian rasa tersebut terdiri dari original, kismis, cokelat, keju, kacang, greentea, nanas, blueberry, strawberry, nuttela, gold cheese, tiramisu, cokelat keju, cokelat kacang, kopi, abon ayam, abon sapi, ovomaltine, smoked beef, dan taro. Cara membuat roti bluder untuk tahap awal yaitu membuat adonan biang. Dalam membuat adonan biang ini tepung terigu dicampur dengan ragi kemudian diuleni sambil ditambahi dengan air sedikit demi sedikit. Proses adonan biang sangat membutuhkan ketelitian kadar air 80% dan kelembutan secara manual ada di tangan pengadon. Sedangkan di wadah terpisah campur tepung terigu dan kuning telur yang sudah dikocok dengan air selanjutnya campurkan kedua adonan tepung dan mulai digeblok sampai adonan benar-benar menjadi halus dan kalis. Setelah adonan menjadi halus dan kalis, adonan kemudian dimasukkan ke dalam mixer. Adonan biang yang sudah digeblok kemudian dicampur dengan adonan gula halus dan kuning telur serta mentega. Pada tahap ini adonan akan lembut dan kalis terlihat mengkilap dan cukup elastis. Tahap selanjutnya adalah adonan diistirahatkan atau didiamkan selama 15 menit. Setelah adonan didiamkan selama 15 menit, adonan kemudian ditimbang dan diberi isian. Proses selanjutnya adalah steaming yaitu adonan disimpan di ruang tertutup untuk menuntaskan proses fermentasi karena kalau diletakkan di ruang terbuka adonan akan menjadi kering dan tidak mengembang. Proses ini memakan waktu 1 hingga 3 jam. Setelah proses steaming adonan siap dipanggang. Proses pemanggangan berlangsung selama 16 menit dengan suhu sekitar 160 – 189° C. Roti bluder yang sudah jadi kemudian didiamkan selama 1 jam sebelum dikemas. Pengemasan Bluder Cokro lebih tepat disebut dengan seni melipat karena setiap roti dibungkus menggunakan plastik dengan mengikuti bentuk roti dan selanjutnya baru diberi lebel. Roti Bluder Cokro dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet dan mampu bertahan selama 6 hari. Keawetan tersebut diperoleh dari proses pembuatannya dan bahan baku yang digunakan merupakan bahan baku pilihan yang terbaik.