Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Jamasan Pusaka Mbah Ngaliman - Nganjuk, Jawa Timur |
Ritual Jamasan Pusaka yang di gelar di Pendopo Agung Tanjung Bokor, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, terlihat sakral dan penuh mistis.
Jamasan pusaka merupakan bagian dari tradisi, yang dijalankan oleh masyarakat Jawa, yaitu menjaga benda-benda pusaka, benda bersejarah, dan juga benda-benda yang dipercaya memiliki tuah atau yang dipercaya mempunyai kekuatan. Jamasan pusaka juga dapat diartikan mencuci atau memandikan benda pusaka.
Pada malam setiap 1 Syuro, pemerintah desa selalu melakukan kirab pusaka, terdapat 6 (enam) pusaka desa, masing-masing dengan nama Kyai Kembar, Kyai Bondan, Kyai Jogotruno, Kyai Betik, Kyai Raden Panji, dan Kyai Dukun, kesemuanya adalah peninggalan kyai Ageng Aliman yang namanya sekarang menjadi nama desa tersebut yaitu, Desa Ngliman.
Ke 6 (enam) pusaka ini dipercaya warga sebagai pusaka yang menjaga dan mengayomi desa. Desa Ngliman yang terleletak di lereng gunung Wilis ini dikenal oleh masyarakat sebagai desa yang masih mistis.
Jamasan pusaka dilakukan oleh 6 sesepuh desa yang setiap tahunnya bertugas sebagai penjamas pusaka, usai di jamas, ke 6 pusaka kembali dibungkus kain merah dan dibalut kain putih dan kembali disimpan di gedung pusaka yang ditandai dengan selamatan.
Karena diyakini bisa menjadi tolak balak, air sisa jamasan pusaka menjadi rebutan warga untuk disimpan dirumahnya masing-masing. Sebagai simbul budaya Desa Ngliman warga berharap tradisi ini terus dilestarikan.