Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Asem-Asem Kuncir - Nganjuk, Jawa Timur |
Bu Sri bercerita awal mula kuliner asem-asem kikil ketika ada saudaranya yang meminta tolong dibuatkan masakan dari kaki kambing yang sudah dibakar. Ternyata racikan bumbu dan rasa buatan Bu Sri sangat pas dan lezat. Saudaranya itu pun meminta Bu Sri menjualnya.
Ibu kelahiran 1955 yang berputra enam dan memiliki cucu tujuh itu lantas mengembangkannya dengan mendirikan warung di dusunnya sendiri. Ternyata lama-lama konsumennya banyak, bahkan hingga Sidoarjo, Surabaya, hingga luar daerah lainnya.
Mengenai harga, relatif terjangkau. Satu porsi asem-asem semangkok penuh, nasi putih dan minum Rp 30.000,- . Menu lain, sate dan gule juga tak kalah lezatnya. Sate kambing khas Bu Sri rasanya empuk dan gurih. Gulenya pun bikin siapa pun ketagihan, apalagi jika tak kebagian asem-asem.
Bu Sri bercerita awal mula kuliner asem-asem kikil ketika ada saudaranya yang meminta tolong dibuatkan masakan dari kaki kambing yang sudah dibakar. Ternyata racikan bumbu dan rasa buatan Bu Sri sangat pas dan lezat. Saudaranya itu pun meminta Bu Sri menjualnya.
Ibu kelahiran 1955 yang berputra enam dan memiliki cucu tujuh itu lantas mengembangkannya dengan mendirikan warung di dusunnya sendiri. Ternyata lama-lama konsumennya banyak, bahkan hingga Sidoarjo, Surabaya, hingga luar daerah lainnya.
Mengenai harga, relatif terjangkau. Satu porsi asem-asem semangkok penuh, nasi putih dan minum Rp 30.000,- . Menu lain, sate dan gule juga tak kalah lezatnya. Sate kambing khas Bu Sri rasanya empuk dan gurih. Gulenya pun bikin siapa pun ketagihan, apalagi jika tak kebagian asem-asem.