Salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga sekarang ini oleh masyarakat petani di Dukuh Dalungan, Desa Macanan, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah adalah tradisi mojoki sawah. Tradisi mojoki sawah bertujuan untuk melindungi sawah dari hal-hal yang buruk seperti serangan hama atau penyakit-penyakit yang menyerang tanaman yang bisa menyebabkan gagal panen. Kepercayaan tersebut di tujukan kepada Dewi Sri yang disebut pula dengan dewi kesuburan. Hal ini dilakukan agar hasil panen dapat melimpah.
Pelaksanaan tradisi mojoki sawah dilakukan saat awal menanam padi atau oleh masyarakat menyebutnya dengan tandur dan pada saat memanen hasil padi. Pada saat melaksanakan tradisi mojoki sawah diperlukan ubarampe atau sesaji. Ubarampe atau sesaji tersebut berupa cok bakal yang diletakkan di pojok-pojok sawah. Cok bakal merupakan perlengkapan sesaji yang terdiri dari telur ayam kampung, gereh pethek, dan suruh. Sesaji tersebut sebagai lambang kehidupan manusia agar manusia selalu kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam tradisi mojoki sawah ini dipelukan 4 cok bakal yang masing-masing diletakan di bagian pojok timur, barat, utara dan selatan sawah.