Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Busana Kampuhan (Dodot) Kakung - Surakarta, Jawa Tengah |
Busana adat yang ada di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta salah satunya adalah Busana Kampuhan (Dodot) Kakung yang dipakai untuk laki-laki, mulai dari abdi dalem, sentono dalem, dan adipati anom (putra mahkota). Dalam pemakaian tersebut untuk busana, corak, dan cara memakai disesuaikan dengan kepangkatan di keraton. Busana Kampuhan Kakung ini dipakai mulai zaman Paku Buwono X dan Paku Buwono XI sedangkan pada era PB XII hanya dipakai saat kenaikan tahta saja. Pada saat PB XIII pertama kali menduduki tahta keraton, para bupati sepuh hingga pangeran memakai dodotan semua. Bentuk busana kampuhan terdiri dari kain batik dengan motif alas-alasan dan tumbuhan hutan. Celana panjang dari kain cinde dikenakan pada bagian dalam. Buntal udan mas juga disematkan di pinggang dan membentuk setengah lingkaran searah dengan lekukan dodot di bagian bawah. Keris ladrang dengan ronce bunga melati terselip di punggung. Busana tersebut hanya digunakan saat di dalam keraton saja dan yang membedakan untuk busana kampuhan dodot yang digunakan oleh abdi dalem, sentono dalem maupun adipati anom adalah dari tanda kepangkatannya yang bisa dilihat dari bentuk krah atau leher. Seiring dengan perkembangan zaman, busana kampuh (dodotan) telah mengalami penyederhanaan yaitu tidak memakai dodot tetapi hanya memakai jarik/kain.