Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Kostum Tari dan Wayang Orang - Sukoharjo, Jawa Tengah
Busana atau kostum tari menjadi elemen yang penting dalam sebuah pertunjukan dan dibalik busana atau kostum tersebut tentunya terdapat sosok pengrajin yang berperan disitu. Seperti kita ketahui bahwa kerajinan busana atau kostum tari tidak banyak yang menggeluti karena untuk membuat sebuah kostum tari tentunya diperlukan sebuah keahlian, ketekunan dan kesabaran. Salah satu pengrajin busana atau kostum tari yang bisa kita temui adalah Hadi Sugimo atau biasa dipanggil Gimo ini. Pemilik Gimo Colecction ini telah merintis usahanya sejak tahun 1977. Pusat kerajinan kostum tari dan wayang orang tersebut berlokasi di Dusun Bacem RT 002/RW 001, Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah. Perjalanan dari usaha Hadi Sugimo ini menempuh perjalanan yang cukup panjang dan berbagai ujian telah dilaluinya. Hingga akhirnya perjuangannya dalam menekuni kerajinan kostum tari dan wayang orang yang telah dirintis sejak tahun 1977 ini membuahkan hasil. Usahanya tersebut terus berkembang hingga sekarang. Keahliannya dalam membuat kostum tari dan wayang orang diperoleh dengan belajar dari paklinya yaitu Slamet Hadi Sumarto yang tinggal di Ngemplak, Banjarsari. Pada saat ia mulai belajar usianya masih 18 tahun pada waktu itu. Kala itu keinginan untuk belajar membuat kerajinan kostum tari tersebut datang dari dirinya sendiri. Kemudian dia minta bantuan simboknya untuk menyampaikan keinginannya itu kepada pakliknya agar pakliknya mau mengajari. Bak gayung bersambut, pakliknya pun menyetujui permintaannya tersebut. Semenjak itu dengan senang hati dan semangat yang tinggi, Gimo muda mulai belajar membuat kerajinan kostum tari dan wayang. Gimo belajar sekaligus bekerja di tempat pakliknya selama 12 tahun lamanya yaitu mulai tahun 1977 hungga tahun 1989. Setelah menikah dan dikaruniai seorang putri, Gimo kemudian berinisiatif untuk membuka usaha sendiri bersama istrinya. Bermodalkan ketekunan dan kesabaran, Gino memulai usaha dengan modal usaha Rp 100.000,-. Modal yang sangat minim itu ia belikan bahan untuk membuat binggel yaitu gelang yang terbuat dari kertas berwarna emas yang digunakan untuk perlengkapan pakaian tari tradisional Jawa termasuk wayang orang. Pada waktu itu dengan bahan yang ada Gimo dan istrinya mampu menghasilkan 20 kodi gelang dan dijual dengan harga Rp 8.500,-/kodi dan Gimo mmapu menghasilkan Rp 170.000,-. Usahanya terus berkembang seiring dengan semakin banyaknya pesanan yang datang. Pesanan pertama datang dari Yogyakarta yaitu sebanyak 12 buah mahkota kethek (kera). Hingga saat ini omset yang dihasilkan mencapai puluhan juta per bulannya. Selain pakaian wayang orang Gimo Collection juga membuat kostum tari tradisional seperti tari merak, kidang, golek, gambyong, gambir anom dan sebagainya. Dalam mengembangkan usaha kerajinan kostum tari dan wayang orang ini Gimo juga dibantu oleh beberapa orang tenaga. Masing-masing tenaga tersebut ada yang bagian menjahit, merangkai dan memasang monte dan pernak-pernik lainnya pada mahkota maupun bagian kostum tari atau wayang orang.