Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Pasar Tambak - Sragen, Jawa Tengah |
Pasar tambak yang berlokasi di Desa Tambak, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sragen mempunyai sebuah tradisi yang unik. Salah satu situs dari pasar Tambak dipercaya oleh masyarakat sebagai pathoknya Jaka Tingkir. Pasar tersebut hanya buka setiap satu tahun sekali tepatnya di bulan Sura di hari Jumat Wage. Pada hari itu mereka membuat pasar yang terbuat dari bambu dan menjual produk-produk rumah tangga, pertanian maupun peternakan yang terbuat dari bambu seperti kukusan, cambuk dan pancang dari batang bambu, tenggok, tumbu, dan sebagainya. Tradisi ini sudah turun temurun hingga sekarang.
Pada zaman dulu masyarakat yang akan ke pasar tambak harus menempuh dengan jalan kaki dengan melakukan ritual tertentu (laku prihatin) seperti tapa bisu. Setelah sampai di pasar mereka kemudian membeli apa yang diprihatinkan selama menempuh perjalanan tersebut. Kepercayaan masyarakat setempat adalah bahwa pasar tambak merupakan pasar yang ada sejak zaman eranya Jaka Tingkir karena pathok yang ada disitu pathoknya Jaka Tingkir.
Kepercayaan yang berkembang di masyarakat setempat bahwa orang yang membeli di pasar tambak tersebut akan mendapatkan berkah (sawab) dan membawa rejeki bagi mereka. Menurut warga tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak nenek moyang mereka. Terkait dengan asal-usul dari pasar tambak ini menurut warga sekitar tidak lepas dari aliran sungai Bengawan Solo yang dipercaya pernah mengalir di sebeleh desa mereka. Konon pada suatu hari ada seorang Pangeran yang singgah di dusun Tambak. Karena kehabisan bekal kemudian Pangeran tersebut membeli bahan makanan dari warga sekitar. Jual beli pun berlangsung hingga timbul pasar.
Pasar tambak yang sekarang telah mengalami perkembangan ketika zaman dulu hanya boleh memperdagangkan semua peralatan yang hanya terbuat dari bambu namun sekarang di pasar tersebut telah menjual berbagai macam barang yang tidak hanya terbuat dari bambu saja. Kini tradisi tersebut juga ditambahi dengan kirab budaya dengan menampilkan berbagai macam atraksi kesenian dan menguusng 2 buah gunungan yang berisi peralatan dapur dan hasil bumi.