Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Sapi-Sapian - Banyuwangi, Jawa Timur
Berbagai macam ritual bersih desa dilaksanakan untuk memperingati datangnya tanggal 1 Suro kalender Jawa. Di Desa Kenjo, Kecamatan Glagah, ada tradisi unik untuk memperingati datangnya tanggal 1 Suro, yakni menggelar tradisi sapi-sapian. Tradisi sapi- sapian merupakan salah satu rangkaian bersih desa setempat yang digelar setiap 1 Suro. Tradisi sapi-sapian itu sudah berlangsung tiga tahun terakhir setelah sekian puluh tahun tidak digelar. Tradisi sapi-sapian lebih menceritakan asal-usul awal terbentuknya Desa Kenjo dimulai sekitar tahun 1700- an. Dulu ada tiga orang yang berasal dari Bugis, yakni Kamisa, Mujono, dan Dakir, datang ke lereng Cawan. Mereka tidak bertahan lama tinggal di Cawan karena kesulitan mencari air. Ketiganya lantas datang ke tempat yang menjadi cikal bakal Desa Kenjo tersebut. Kamisa, Mujono, dan Dakir, lantas mengolah sawah untuk bercocok tanam. Lantaran tidak menemukan hewan untuk membajak, mereka terpaksa membajak dengan tenaga manusia. Dua di antaranya bertugas menarik bajak, sedangkan seorang yang lain mengemudikan bajak tersebut. Selang beberapa lama akhirnya ketiga orang itu berhasil menemukan sapi. Sapi itu kemudian dimanfaatkan untuk membajak sawah. Sawah yang dibajak dengan menggunakan sapi hasilnya lebih bagus. Dari waktu ke waktu, warga yang datang dan menetap di daerah cikal bakal desa Kenjo itu semakin banyak. Sementara nama Kenjo itu sendiri berasal dari kata gunjo, yakni wadah air yang terbuat dari bambu sepanjang sekitar satu meter. Tradisi sapi-sapian ini sempat mandek sejak tahun 1942. Namun sejak tahun 2012 warga kembali menghidupkan tradisi peninggalan leluhur tersebut. Pada tradisi sapi sapian, ada beberapa pria yang didandani ala sapi. Sapi jadi-jadian tersebut memikul bajak dan diarak keliling kampung. Di belakang rombongan sapi-sapian itu diikuti oleh rombongan warga yang berperan sebagai, tukang semprot sawah, tukang tandur padi, pemasang kicir, hingga penjual jamu gendong. Untuk menambah semarak, ditampilkan juga kesenian barong milik warga Desa Kenjo di barisan paling belakang dengan diiringi musik kuntulan untuk keliling kampung. Sehari sebelum acara sapi-sapian, ritual bersih desa ini diawali selamatan nasi tumpeng yang diikuti seluruh warga desa masyarakat Desa Kenjo.Usai selamatan tumpeng, rangkaian ritual bersih desa dilanjutkan arak-arakan oncor keliling kampung. Kemudian, pada siang kemarin dilaksanakan tradisi sapi-sapian.