Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Omprog Gandrung -Banyuwangi, Jawa Timur |
Omprog Gandrung terdiri dari beberapa bagian yaitu Pilisan, Bathukan, Wayangan, Sumping, Tebokan, Nanasan, Sabukan, Ombyog dan Kembang Goyang atau Keter. Pada bagian pilisan memiliki dua bagian yang berbeda. Bagian pertama memiliki bentuk daun yang berjumlah delapan buah dan segitiga sama kaki dibagian tengah. Bagian kedua adalah bentuk lengkung dengan ukel di kedua ujungnya. Bagian pertama terbuat dari kulit perkamen sedangkan bagian kedua terbuat dari lembaran aluminium.Bagian berikutnya adalah Bathukan yang juga terbuat dari kulit perkamen yang memiliki bentuk lengkung dan lima buah lingkaran keil berwarna hitam yang membentuk setengah lingkaran.
Bagian Bathukan ini juga memiliki bentuk motif bunga melati yang sudah menjadi ciri khas dari Omprog Gandrung Banyuwangi.Bagian berikutnya adalah wayangan yang memiliki bentuk kepala Gatotkaca berbadan ular atau naga. Bagian wayangan ini juga memiliki bentuk sayap berjumlah empat buah yang menempel pada badan ular atau naga Terdapat juga bentuk garis lengkung yang terdiri dari lingkaran-lingkaran kecil yang berwarna hitam.Pada bagian badan ular atau naga berwarna hijau yang memiliki gradasi warna ke warna kuning, dan terdapat bentuk sisik naga pada seluruh bagian badan naga. .
Kepala Gatotkaca memiliki warna merah pada bagian wajah, dan pada sayap memiliki warna merah yang memiliki gradasi ke warna biru. Bagian selanjutnya adalah Sumping yang terdiri dari dua lapisan yaitu Sumping besar dan sumping kecil. Yang membedakan kedua sumping ini bukan hanya dari ukuran, tetapi juga bentuk yang sedikit berbeda. Pada sumping besar terdapat motif-motif yang lebih besar sedangkan pada sumping kecil memiliki motif yang kecil dan lebih rumit. Pada sumping besar terdapat warna merah dan merah muda di bagian bawah sedangkan pada sumping kecil hanya memiliki warna emas. Pada bagian belakang terdapat beberapa bagian, yang pertama adalah Tebokan yang merupakan bagian yang paling besar. Tebokan memiliki bentuk yang sederhana tetapi memiliki motif yang banyak. Terdapat bentuk tetesan air berwarna merah yang merupakan tempat untuk meletakan nanasan. Terdapat motif bunga melati pada sisi kiri dan kanan motif tetesan air tersebut. Terdapat juga garis lengkung yang terdiri dari lingkaran hitam keci. Terdapat tujuh garis lengkung pada bagian atas Tebokan yang terdapat juga pada Banthukan, jadi dapat dikatakan bahwa tebokan merupakan bathukan yang diperbesar.
Bagian selanjutnya adalah nanasan yang terdiri dari nanasan besar dan nanasan kecil. Nanasan merupakan penyederhanaan bentuk dari gunungan pada wayang kulit. Pada nanasan besar tidak terdapat bentuk motif apapun. Hal ini dikarenakan masih ada nanasan kecil yang menutupi nanasan besar, sehingga dirasa tidak perlu memberikan motif yang rumit pada nanasan besar. Bagian selanjutnya adalah sabukan yang merupakan bagian bawah yang menutupi pangkal dari ombyog. Bentuk dari sabukan ini adalah bidang lurus yang meruncing pada kedua ujungnya. Sabukan memiliki gerigi pada bagian atas dan isen- isen di sepanjang bagian sabukan. Selanjutnya adalah Ombyog atau rumbai-rumbai yang mengitari Omprog Gandrung. Ombyog atau rumbai-rumbai merupakan untaian manik- manik yang berwarna kuning dan merah. Bagian terakhir dari Omprog Gandrung ini adalah Keter atau Kembang Goyang yang berjumlah empat set, setiap set memiliki empat buah kembang atau bunga. Bentuk dari keter atau kembang goyang ini adalah bentuk dari bunga melati. Sebagian besar Omprog Gandrung terbuat dari kulit perkamen yang berwarna emas. Warna emas didapatkan dari proses pewarnaan menggunakan teknik prodo. Teknik ini dilakukan dengan cara melapisi kulit dengan cat minyak, setelah setengah kering dilapisi dengan aluminium foil berwarna emas dan digosok. Sehingga warna emas pada aluminium foil melekat pada kulit dan menyisakan plastik transparan sebagai sisa atau residu. Pada bagian-bagian yang berwarna selain emas menggunakan cat minyak yang diterapkan dengan cara dikuaskan. Terknik pewarnaan ini digunakan pada setiap bagian dari omprog gandrung.