Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Pada Saat Tanaman Padi Diserang Hama - Banyuwangi, Jawa Timur
Para petani meskipun telah menanam padi dengan baik dan telah memenuhi segala persyaratan tetapi ada kalanya panenan mengalami kegagalan yang disebabkan oleh bencana alam seperti banjir, kekeringan maupun diserang oleh hama. Menurut kepercayaan petani di Banyuwangi apabila tanaman padi diserang oleh hama bisa diatasi dengan mengadakan upacara tolak balak. Dalam upacara tersebut diperlukan beberapa ubarampe sesaji yang terdiri dari nasi punar (nasi kuning), beras kuning, kembang wangi dan minyak wangi. Ubarampe sesaji tersebut dipersembahkan kepada Dewa Bathara Kala beserta anak buahnya serta Dadung Awuk beserta anak buahnya. Dadung Awuk adalah raja kutu-kutu walang atogo. Tujuan diselenggarakannya upacara tersebut adalah agar semua hama yang menyerang tanaman padi tersebut dihalau jangan sampai merusak tanaman padi yang ada dalam desa tersebut. Upacara tolak balak dilaksanakan pada hari jumat kliwon dan bertempat di sawah yang diserang oleh hama secara bersama-sama yang dipimpin oleh sesepuh di desa yang bersangkutan. Setelah semua perlengkapan upacara tersedia, pemilik sawah segera ke sawah dengan membawa sesaji tersebut serta mengundang beberapa orang tetangganya untuk mengikuti upacara tersebut. Setelah mereka kumpul upacara pun segera dimulai. Pemimpin upacara kemudian menyampaikan maksud dan tujuannya kemudian dilanjutkan dengan membaca mantra. Sesudahnya pemimpin upacara mengambil sebagian sesaji dan diletakkan di perempatan jalan. Bunga dan beras kuning kemudian ditaburkan disemua penjuru sawah. Sebagian dari sesaji dimakan bersama-sama oleh orang-orang yang mengikuti upacara tersebut. Disamping itu pada malam harinya semua penduduk desa dianjurkan untuk membakar belerang dimulai sejak maghrib hingga pagi hari.