Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Mencabut Benih - Banyuwangi, Jawa Timur |
Gabah yang telah disebar sebelumnya dibiarkan terus tumbuh menjadi tunas. Setelah berumur + 35 hari benih tersebut dicabut dan kemudian ditanam kembali (ditandur). Pekerjaan mencabut benih tersebut disebut dengan ndaut. Pada saat ndaut ini diadakan kenduri dengan sesaji berupa cok bakal, kembang wangi dan buceng brok serta kemenyan. Sesaji tersebut dipersembahkan kepada Kaki Juru Martani, Nyai Juru Martani, Ibu Bumi, Bapa Kuasa serta Dhanyang yang menjaga (mbaureksa) sawah tersebut.
Maksud dari pemberian sesaji ini sebagai rasa terima kasih karena benih padi itu tumbuh subur disamping itu juga mengharap agar benih nanti setelah ditanam dapat hidup subur. Upacara tersebut dipimpin oleh sesepuh yang ada di desa tersebut. Sedangkan prosesi dari upacara tersebut, orang yang mempunyai hajat membawa sesaji yang telah disiapkan ke tempat persemaian (pinihan). Orang-orang yang akan membantu ndaut ikut kenduri. Mereka berkumpul di sudut timur laut dari persemaian. Setelah itu pemimpin upacara segera membuka upacara tersebut dan menyampaikan maksud diadakannya upacara tersebut lalu membaca doa slamet. Pemimpin upacara kemudian mengambil sedikit sesaji tersebut dan ditaruh di takir (tempat makanan yang berbentuk seperti perahu yang terbuat dari daun pisang).
Sesaji yang sudah ditaruh dalam takir tersebut kemudian diletakkan di sudut timur laut tempat persemaian. Sisa dari sesaji kemudian dibagikan kepada peserta upacara. Kemudian pemimpin upacara mulai mencabut benih yang diawali dengan ucapan Bismillahirrohmanirrohim aku ndaut. Pekerjaan tersebut kemudian dilanjutkan oleh orang- orang yang membantu ndaut.
Oleh para petani waktu antara ngurit dan ndaut digunakan untuk mengerjakan petak- petak sawah yang lain. Mula-mula sawah itu dibajak (ngluku) kemudian digaru. Sesudah itu dibajak untuk kedua kalinya (ngluwet) dan pekerjaan terakhir adalah angler (meratakan tanah). Tanah yang telah rata ini kemudian siap untuk ditanami.