Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Tradisi Lebaran - Banyuwangi, Jawa Timur |
Desa Kemiren menyimpan kekayaan adat dan tradisi yang luar biasa. Salah satu tradisi tersebut adalah Tradisi Sedekah Lebaran. Tradisi Sedekah Lebaran digelar bertepatan dengan saat buka puasa terakhir di Bulan Ramadhan yaitu pada malam Takbiran atau malam menjelang Hari Raya Idul Fitri. Warga Kemiren berkeyakinan bahwa malam takbiran merupakan momen penting dalam rangkaian perayaan Idul Fitri. Tujuannya adalah agar semua warga diberi keselamatan saat melakukan unjung-unjung atau silaturahmi di hari lebaran. Acara sedekah lebaran juga dimaksudkan untuk mengirim doa atau mendoakan para leluhur yang sudah meninggal.
Tradisi sedekah lebaran dilaksanakan secara berkelompok, masing-masing kelompok antara 10-20 orang yang terdiri para kerabat dan tetangga sekitar. Kelompok tersebut kemudian secara bersama-sama mendatangi rumah masing-masing anggota kelompok untuk menikmati makanan yang telah dipersiapkan. Demikian seterusnya sampai semua rumah anggota kelompok telah didatangi dan dinikmati suguhan makanannya. Pada masing-masing rumah tamu yang hadir dan kelompok tersebut harus makan hidangan yang sudah disediakan oleh tuan rumah. Sebelum makan, semua memanjatkan doa agar tuan rumah selalu diberi keselamatan, kesehatan dan rejeki yang banyak.
Menu yang dihidangkan dalam acara sedekah lebaran antara lain ketupat lengkap dengan opor atau kare ayam, dendeng dan daging goreng serta sate. Bila mereka sudah mulai kekenyangan setelah mereka mengikuti acara sedekah lebaran tersebut mereka hanya makan buah atau kerupuk saja sebagai syarat, dan pada umumnya tuan rumah memahaminya. Soalnya tuan rumah juga ikut makan di rumah anggota yang lain sejak pertama.