Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Mepe Kasur |
Mepe kasur merupakan tradisi unik yang digelar oleh masyarakat Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi sebagai bagian dari rangkaian bersih desa di desa tersebut. Tradisi mepe kasur digelar pada siang hari sebelum memasuki malam puncak acara bersih desa. Puncak acara bersih desa digelar setiap tanggal 1 Bulan Haji. Sejak pagi hari setelah matahari terbit diufuk timur, secara serentak seluruh warga Desa Kemiren mulai sibuk mengeluarkan kasur milik keluarganya untuk dijemur secara bersama-sama di halaman rumah masing-masing.
Menurut Sai seorang tokoh adat Desa Kemiren, tradisi yang cukup unik dan menarik itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan tradisi bersih desa. Tradisi membersihkan desa dari berbagai ancaman bala bencana dimulai oleh seluruh warga dengan membersihkan rumah masing-masing yang disimbolkan melalui kegiatan menjemur kasur miliknya. Dan uniknya kasur milik warga yang dijemur secara bersama-sama tersebut memiliki corak warna dan corak yang seragam yaitu dominasi warna hitam pada bagian atas dan bawah serta warna merah menyala pada sekeliling pinggirannya. Warga desa menyebut alas tidur yang unik ter- sebut dengan sebutan kasur gembil. Bagi masyarakat Osing Kemiren, kasur gembil memiliki makna dan filosofi tentang kehidupan pernikahan. Karena itu kasur gembil wajib dimiliki oleh pasangan yang baru menikah. Warna hitam berarti langgeng, sedangkan merah berarti semangat.
Tradisi mepe kasur yang digelar secara turun temurun sejak ratusan tahun yang lalu itu dimaksudkan sebagai upaya tolak balak yakni membersihkan desa dari berbagai ancaman bala bencana. Pada saat-saat tertentu kasur-kasur yang dijemur di sepanjang jalan dan halaman rumah itu akan dipukul-pukul (digebug-gebug) dengan pemukul yang terbuat dari rotan. Pemukulan ini fungsinya untuk menghilangkan debu yang melekat di kasur. Pemukulan terhadap kasur yang di jemur ini dilakukan oleh ibu-ibu setiap 1 jam sekali sehingga menimbulkan bunyi-bunyian yang dipercaya bisa menolak datangnya bala bencana.