Sejarah:
Adanya upacara tradisi Rasulan Imogiri tidak terlepas dengan keberadaan makam Giriloyo. Makam Giriloyo adalah makam kerabat Keraton Mataram. Anatar lain adalah Panembahan Juminahan, KPH Mangkubumi, KPH Silawati, Kanjeng Ratu Hadi Tumenggung Wirogunodan Kanjeng Sultan Cirebon. Tujuan diselenggarakan upacara tersebut adalah untuk menghormati Panembahan Juminahan dan Kanjeng Sultan Cirebon.
Deskripsi:
Upacara tradisi rasulan Imogiri diselenggarakan secara turun temurun oleh masyarakar desa Giriloyo, Imogiri, Bantul. Waktu penyelenggaraan upacara setelah bulan purnama dengan mengambil hari pasaran legi atau wage. Adapun tempat penyelenggaraan upacara di Komplek Makam Giriloyo. Ubarampe yang diperlukan untuk penyelengggaraan upacara tersebut adalah sego ambeng, sego tumpeng, sego wuduk, Ingkung, Jadah, Tumpak gula jawa, pisang raja, kembang, boreh, jajan pasar.
Prosesi upacara diawali dengan kesenian Selawatan, Rodat dan mauludan. Kesenian Rodat bertempat di bangsal masjid, sedangkan mauludan bertempat di Serambi masjid. Pada pagi harinya dilaksanakan kenduri dengan makan nasi di dalam besekan.