Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Tas Anggun Rotan - Bantul, DIY
Sejarah: Selama ini rotan dikenal sebagai bahan baku industri meubel dan forniture lainnya seperti : kursi, meja dan beragam perangkat rumah tangga lainnya. Namun Panut Mulyawiyata telah melakukan inovasi baru yang menyulap rotan menjadi produk yang mampu menembus pasar ekspor yaitu berupa tas dan keranjang. Berawal dari pengalamannya selama 10 tahun di bidang produksi forniture dengan bahan baku rotan myaitu mulai tahun 1990-2000 maka Panut Mulyawiyata mulai mengembangkan usahanya dengan menciptakan karya baru dengan bahan baku rotan Di samping itu agar rotan tidak dieksport dalam kondisi masih mentah, karena bisa mematikan industri rotan dalam negeri. Mengingat bahwa Indonesia merupakan salah satu penghasil rotan mentah terbesar di dunia, namun sebagian besar justru diekspor ke luar negeri. Oleh karena itulah maka sejak tahun 2001 Panut mendirikan Anggun Rotan yanga memproduksi tas dengan bahan baku rotan. Karena pada saat itu peluang pasar dengan bahan baku rotan belum ada. Dengan kreativitas yang dimilikinya, Anggun rotan kini mampu tumbuh menjadi salah satu produsen tas rotan yang melayani pesanan produk untuk dikonsumsi baik untuk skala nasional maupun internasional. Atas usahanya memproduksi tas dengan bahan baku, pada tahun 2010 Panut dianugerahi penghargaan dari Kementerian BUMN dalam lomba produk UKM binaan BUMN seluruh Indonesia. Hingga saat ini Panut masih tercatat sebagai binaan PT Pertamina. Deskripsi: Anggun Rotan adalah salah satu produsen kerajinan tas berbahan baku rotan yang terletak di Jl. Imogiri Km 14 Manggung, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Anggun Rotan dikelola oleh Panut Mulyawiyata yang sekaligus sebagai pendiri Anggun Rotan yang dirintis sejak tahun 2001. Produk yang dihasilkan oleh Anggun rotan selain tas, keranjang, asesoris ruangan dan juga keranjang kue. Bahan baku rotan yang digunakan oleh Anggun Rotan adlah rotan yang sudah diserut. Rotan didatangkan dari Surabaya dan Cirebon, yaitu rotan yang berasal dari Kalimantan. Dalam 1 bulan Anggun Rotan membutuhkan rotan sebanyak 6 kuintal atau 600 Kg. Selain rotan Anggun Rotan juga menggunakan bahan kulit untuk kombinasi agar tas rotan lebih kelihatan menarik. Selain rotan dan kulit yang kalah pentingnya yaitu pewarna. Pewarna yang digunakan untuk mewarnai rotan agar kelihatan lebih menarik yaitu pewarna batik. Produk yang dihasilkan sekitar 1.500 pcs per bulan dengan tenaga kerja 38 orang. Peralatan yang digunakan untuk memproduksi tas antara lain palu, pukul, gergaji, gunting. Mesin jahit, kompresor dan alat penyedot asap/blower. Sedangkan Proses pembuatan tas rotan dimualai dengan membuat cetakan, dilanjutkan dengan pemilihan bahan, kemudian menganyam rotan, dilanjutkan dengan pewarnaan dan pengecatan, proses terakhir yaitu pemasangan asesoris, furing, pegangan tas dan kancing. Kemudian tas dibungkus dan siap untuk dipasarkan. Pemasaran tas-tas hasil produksi Anggun Rotan selain dipasarkan di dalam negeri antara lain Jakarta, Bali dan Medan akan tetapi juga 30% dari hasil produksinya telah menenmbus pasar mancanegara antara lain Jepang dan Malaysia. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 35.000 hingga Rp 300.000. Selain membuka showroom di rumah produksinya pemaaran produk Anggun Rotan dilakukan dengan cara promosi baik melalui situs internet atau website, juga dengan cara mengikuti pameran produk-produk kerajinan.