Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Bunga Kering - Kab. Bantul, DIY |
Sejarah:
Dusun Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul merupakan sentra kerajinan bunga kering . Salah satu pengarajin bunga kering adalah Ibu Sudibyo yang memulai usaha membuat bunga kering sejak tahun 2000. Usaha tersebut berawal dari pelatihan membuat bunga kering yang diikuti oleh Ibu Sudibyo bersama tiga temannya. Kemudian Ibu Sudibyo membuka sendiri usaha kerajinan bunga kering yang diberi lebel Anggrek Lestari.
Deskripsi:
Kerajinan bunga kering merupakan kerajinan yang menggunakan aneka biji-bijian dan bahan natural lainnya sebagai bahan bakunya. Sentra kerajinan bunga kering dapat ditemukan di Dusun Ngabean, Triharjo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Di Dusun tersebut ada sekitar kurang lebih dari 25 orang perajin bunga kering. Salah satu perajin bunga kering yang ada di dusun tersebut adalah Ibu Sudibyo yang memulai usahanya sejak tahun 2000. Hasil produksi kerajinan bunga kering yang dikelola Ibu Sudibyo di beri lebel Anggrek Lestari. Bersama enam orang tenaga kerjanya Ibu Sudibyo memproduksi 7 jenis bunga kering : bunga anggrek dari bahan biji nyamlung, mawar, tulip, nanas, klobot, biji-bijian anggur dan buah naga.
Bahan yang digunakan untuk membuat bunga kering yaitu daun lontar, klobot, sabut kelapa, biji-bijian ( nyamplung, biji karet, buah pinus, blulo, jangkang, kopeng siwalan), bambu, pelepah pisang, pasir putih, tali agel, dan lem. Bahan- bahan tersebut di dapatkan di wilayah DIY, hanya daun lontar saja yang didatangkan dari Tuban, Jawa Timur dan Remang Jawa Tengah.
Untuk membuat kerajinan bunga kering perajin menggunakan alat-alat anatara lain : gunting, alat solder listrik, alat pelubang berupa bor tembok dan bor dinamo.
Para perajin di Ngabean menjual hasil produksinya di wilayah DIY, sedang yang menjual ke daerah lain bahkan untuk dieksport biasanya di lakukan oleh pengepul
Harga jual bunga kering hasil produksi Ibu Sudibyo cukup murah, rata-rata dihargai Rp 800 – Rp 2000 pertangkai. Ibu Sudibyo meraih omset penjualan Rp 10.000.000 per bulan.