Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Wingko Babat - Lamongan, Jawa Timur |
Wingko atau Wingko Babat merupakan makanan tradisional khas lamongan. Sesuai dengan namanya Wingko Babat karena konon kata Babat berasal dari nama daerah di mana wingko pertama kali dibuat, daerah tersebut adalah Kecamatan Babat, Lamongan. Pembuatan Wingko ini sudah turun-temurun dilestarikan warga daerah tersebut. Jajanan tradisional ini dulu menjadi makanan yang mewah saat masa kolonial Belanda berkuasa. Konon waktu itu tidak semua masyarakat bisa membuat apalagi merasakan lezatnya Wingko karena biaya produksinya yang cukup tinggi. Namun saat ini Wingko Babat bukan sekedar jajanan tradisional, akan tetapi sudah menjadi mata pencaharian bagi masyarakat Babat, Lamongan.
Wingko Babat berbentuk bulat pipih,rasanya relative manis dan gurih. Bahan utama wingko Babat adalah tepung ketan,gula pasir, serta parutan kelapa. Kelapa yang dipilih haruslah kelapa yang muda.Jika tidak, adonan akan lengket dan akan mengurangi kenikmatan rasa Wingko Babat itu sendiri.Proses pembuatannyapun cukup sederhana. Awalnya kelapa yang sdh dikupas dari tempurungnya kemudian dibersihkan dari kulitny. Setelah itu kelapa dihaluskan dengan menggunakan mesin. Setelah halus kelapa kemudian dicampur dengan gula dan tepung ketan. Takaran bahan baku wingko babat harus tepat. Perbandingan bahan-bahan tersebut 500 gram gula pasir 500 gram tepung ketan,200 gram kelapa parut. Bahan-bahan tersebut kemudian diaduk hingga rata dan kemudian dicetak. Rata-rata Wingko Babat dicetak dengan bentuk bundar seperti roda. Ukurannya bervariasi, ada yang besar dan ada yang kecil. Umumnya yang dijual diterminal-terminal maupun di kios-kios penjual makanan. Sementara yang digunakan untuk acara hajatan ukurannya lebih besar. Jika cetakan sudah selesai, pembuatan Wingko memasuki tahap akhir, yakni memasukkannya kedalam panggangan. Bahan bakar untuk memanggang Wingko diambilkan dari batok kelapa.
Proses pemanggangan ini kurang lebih membutuhkan waktu 30 menit. Ukuran oven atau alat panggang yang besar, memungkinkan untuk memanggang sebanyak seratus Wingko sekaligus.
Wingko Babat pada umunya dijual di terminal-terminal maupun halte bus yang ada di Lamongan dan Tuban. Namun tak jarang pula di jual kios-kios penjual oleh-oleh khas Lamongan. Meski di produksi di luar kota Lamongan sperti di Semarang misalnya, nama Wingko tetap akan di gabungkan dengan nama Babat, sebagai petunjuk bahawa makanan tradidional ini tidak bisa di lepas dari kota tempat Wingko muncul. Dengan kata lain, kota Babat menjadi mashur justru karena jajan tradisional ini.