Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Adat Ngalungi Sapi - Blora, Jawa Tengah
Tradisi Ngalungi sapi dilakukan dengan cara memakaikan kalung pada sapidan dihelat setelah panen atau bertepatan dengan hari Jumat Pahing. Kalung yang digunakan merupakan ikatan dengan bahan ketupat dan lepet. Makna upacara ini sendiri yaitu mengungkapkan rasa terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan keselamatan pada sapi karena telah membantu usaha pertanian. Tradisi ini juga dimaksudkan agar sapi-sapi petani selalu diberi kesehatan.Ritual ini masih bisa dijumpai di beberapa desa sekitar wilayah Kecamatan Jepon dan Jiken. Ritual ini dilaksanakan oleh masyarakat Kecamatan Jepon dan Jikenyang memiliki sapi atau kerbau dan juga ladang pertanian atau sawah. Masyarakat secara serentak memasak menu tertentu untuk dibagi-bagikan ke tetangga sekitarnya, berupa makanan yang terdiri dari ketupat, lepet, lontong, yang dicampur dengan sayur lodeh, kacang panjang, gori atau kluwih. Upacara ini dihelat secara serentak dengan tujuan untuk meringankan beban yang ditanggung bagi setiap warga yang merayakannya, mengingat biaya yang dikeluarkan sangat besar jika dilakukan secara individu ataupun kelompok kecil. Inti upacara Ngalungi Sapi ditandai dengan sapi-sapi milik wargadigiring keluar kandang menuju tanah lapang. Ajang tersebut segaligus sebagai sarana kompetisi dalam usaha beternak sapi, terutama bagi rojokoyo (pemilik sapi sapi yang baik kualitasnya dan banyak jumlahnya). Masyarakat juga menyiapkan bahan dan membuat anyaman kantong ketupat dan lepet dari janur kelapa. Doa memohon keselamatan dipanjatkan oleh tokoh adat setempat agar sapi sapi tersebut diberikan keselamatan. Masyarakat desa masih beranggapan bahwa sapi-sapi berkualitas baik dan dalam jumlah banyak yang dimiliki merupakan lambang tingginya status sosial. Masyarakat cenderung lebih memelihara dan memperanakan sapi agar ternak mereka menjadi banyak dibandingakan dengan menjualnya ternak sapi tersebut.Kuantitas dan kualitas ternak yang banyak dan bagus secara otomatis meningkatkan status sosial petani pemilik ternak tersebut. Selain simbol kekayaan, ternak sapi bagi masyarakat juga memiliki arti penting sebagai tabungan untuk meringankan beban sosial dengan berbagi makanan melalui upacara Ngalungi Sapi. Rangkaian sesaji dan upacara ritual atau selamatan yang diadakan oleh masyarakat tersebut merupakan perwujudan keserasian hidup bermasyarakat wilayah Kecamatan Jepon dan Jiken dengan lingkungannya