Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaTradisi Wiwit Manten - Demak, Jawa Tengah
Tradisi Wiwit Manten Demak merupakan tradisi yang digelar para petani di Demak Jawa Tengah sebelum memanen padi. Upacara tersebut sebagai pertanda dimulainya panen raya padi. Tradisi tersebut pernah berhenti dilaksanakan pada tahun 1990an hingga tahun 2000an, namun kembali dihelat rutin hingga saat ini. Salah satu desa yang masih aktif menghelat tradisi tersebut yaitu Desa Karangmlati Kecamatan Demak Kota yang memiliki areal persawahan dengan hasi padi terbaik seluas 400 hektar.Wiwit Manten sendiri berasal dari kata wiwit dan manten yang berarti memulai dan pengantin. Upacara tersebut ditujukan sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panen padi yang didapat, sekaligus berharap agar masa panen yang akan datang diberikan kesuksesan. Ritual wiwit manten juga dihelat sebagai sarana menolak bala atau menolak bencana yang berpotensi merusak lahan pertanian, seperti cuaca ekstrim dan serangan hama. Ritual wiwit manten dimulai dengan dengan menyiapkan berbagai sesaji berupa jajan pasar serta makanan tradisional lainnya ke areal persawahan yang hendak dipanendengan memanjatkan doa dipimpin oleh seorang tokoh adat setempat. Petani kemudian memilih bulir padi yang paling bagus dan menebas batang padi. Padi yang bagus biasanya tumbuh berhadap-hadapan dan saling menyilang dari empat penjuru mata angin. Segenggam batang padi beserta bulir padi pilihan kemudian diikat dengan bunga. Ikatan bunga dan Padi tersebut yang dinamakan manten atau pengantin. Ikatan tersebut melambangkan pengharapan akan kesuburan sehingga diperoleh hasil yang melimpah, serta mendapatkan rejeki yang melimpah dari hasil pertanian tersebut. Manten pari (ikatan padi dan bunga) disimpan di lumbung, sebagai bahan makanan, dan sebagian lainnya sebagai benih pada musim tanam berikutnya. Para petani juga manggunakan perlengkapan sesaji berupa boneka atau replika binatang yang terdapat dalam ekosistem sawah, seperti ular, cacing, kerbau, dll. dalam upacara tersebut.Hal itu dimaksudkan untuk mengingatkan petani akan pentingnya keseimbangan ekosistem pertanian, sehingga hasil panen bisa melimpah. Selain itu, dalam ritual Wiwit Manten, para petani juga mencuci alat-alat pertanian.Setelah ritual wiwitan selesai, aneka makanan yang terdiri dari berbagi makanan tradisional kemudian dibagikan kepada warga yang datang untuk dinikmati bersama-sama.