Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Rasulan Jopaten - Bantul, DIY |
Sejarah:
Rasulan Jopaten adalah tradisi yang tururn temurun dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Jopaten , Poncosari, Srandakan. Adapun yang melatarbelakangi dilaksanakannya upacara tersebut adalah ada dua versi. Versi yang pertama adalah untuk menghormati leluhur dusun tersebut yaitu Kyai Jopati. Menurut Cerita konon di Desa Jopaten pernah terjadi rajapati. Agar peristiwa tersebut tidak terjadi lagi maka masyarakat mengadakan selamatan dengan cara melaksanakan tirakatan dan tahlilan.
Sedangkan versi yang ke dua yaitu untuk menghormati cikal bakal leluhur masyakat Jopaten yang disebut Kyai Jopati
Deskripsi:
Upacara tradisi Rasulan Jopaten dilaksanakan di Dusun Jopaten, Kalurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Yogyakarta. Upacara tersebut dilaksanakan secara turun temurun pada sesudah masa panen yaitu antara bulan Maret- April. Tujuan dilaksanakan Upacara tersebut adalah sebgai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahka karunianya kepada masyarakat Jopaten atas hasil petaniannya yang baik dan bermanfaat untuk keluarga dan masyarakat. Selain itu juga sebagai permohonan agar hasil panen di masa yang akan datang dapat berhasil dengan baik dan dapat terhindar dari malapetaka.
Prosesi Upacara Rasulan Jopaten yaitu pada pukul 10.00 WIB diadkan do’a bersama dan kenduren. Kemudian malam harinya ada pentas wayang kulit dengan lakon Baratayuda.
Sesaji yang diperlukan untuk pelaksanaan Upacara Jopaten adalah sego uduk, nasi ambeng, ingkung, tiumpeng, jenanng merah, jenang putih, pisang raja, kembang telon, kemenyan .