Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Tradisional Sesaji Rewanda - Kota Semarang, Jawa Tengah
Sejarah: Sesaji Rewanda berasal dari dua kata dalam bahasa Jawa. ‘Sesaji’ artinya pemberian makanan sebagai persembahan, penghormatan atau untuk tujuan yang berhubungan dengan agama, sedangkan ‘rewanda ‘ berarti kera. Dengan demikian Sesaji Rewanda berarti pemberian makanan sebagai persembahan atau penghortmatan kepada kera yang menghuni hutan di sekeliling Goa Kreo. Dalam cerita rakyat yang berkembang di kalangan masyarakat Talunkacang Kalurahan Kandri, Goa Kreo dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga. Kisahnya bermula dari usaha Sunan Kalijaga untuk mencari kayu jati untuk membangun Masjid Agung Demak. Pada saat Sunan Kalijaga beristirahat di sebuah goa,ia didatangi oleh empat ekor kera (rewanda) yang masing-masing berwarna merah, putih, hitam dan kuning. Keempat kera ini membantu Sunan Kalijaga untuk mengambil kayu jati yang melintang di tebing di bawah goa. Mereka berusaha mengambil kayu jati itu, namun karena sulitnya medan akhirnya Sunan Kalijaga memutuskan untuk memotong kayu jati itu menjadi dua bagian. Satu bagian ditinggal di sungai dan satu bagian lainnya dibawa ke Demak untuk dijadikan sebagai salah satu saka guru Masjid Agung Demak. Bagian kayu yang ditinggal di sungai oleh masyarakat setempat diyakini sebagai badan dari Kedung Curuk. Kedalaman kedung ini sekarang mencapai 15 meter dan dihuni berbagai jenis ikan air tawar. Keempat kera penunggu goa tempat Suanan Kalijaga beristirahat itu dapat berbicara layaknya manusia. Sebelum keempat kera itu meninggal, mereka meminta Sunan kalijaga menyamapaikan pesan kepada masyarakat di sekitar goa agar memelihara goa itu hingga ke anak cucu dan tidak melupakan keempat warna yang melambangkan kehidupan. Permintaan itu dikabulakan oleh Sunan kalijaga. Ia berpesan kepada masyarakat di sekitar goa dengan mengatakan “reha” artinya ‘peliharalah’. Kata ‘reha ‘ kemudian berkembang menjadi ‘krea’ dan dijadikan nama goa menjadi Goa Kreo sampai sekarang. Setelah mendapat pesan tersebut masyarakat setempat berusa memlihara Goa Kreo dengan cara menata lingkungan dan menanami daerah itu dengan tanaman buah dan sayur. Di samping itu mereka juga melakukan upacara Sesaji Rewanda yaitu dengan memberikan makanan berupa buah-buahan dan berbagai hasil bumi serta memasang umbul-umbul berwarna merah, putih, hitam dan kuning di mulut Goa Kreo untuk menghoramati jasa para kera yang telah membantu Suanan Kalijga. Deskripsi: Upacara Sesaji Rewanda merupakan salah satu upacara adat Semarang yang dilaksanakan di Goa Kreo, yaitu kampung Talun Kacang, Kalurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang. Upacara ini diselenggarakan pada setiap tanggal 3 Syawal atau hari ketiga setelah hari raya Idul Fitri. Penetapan waktu pelaksanaan selain didasari pertimbangan yang berhubungan dengan agama, yakni hari besar agama Islam, juga karena pada hari-hari tersebut banyak wisatawan yang datang menuju objek wisata. Sehingga dengan penetapan itu upacara Sesaji Rewanda diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk mengunjungi Goa Kreo. Upacara Sesaji Rewanda diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas terciptanya alam yang indah di sekitar Goa Kreo. Selain itu upacara juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa terima kasih atas jasa para leluhur kera yang menjadi cikal bakal kera-kera di hutan sekitar Goa Kreo yang telah membantu Sunan Kalijaga pada saat mengambil kayu jati untuk membangun Masjid Demak. Ungkapan rasa syukur dan terima kasih itu diwujudkan melalui pemberian sesaji berupa buah-buahan, sayur-sayuran dan hasil bumi. Adapun prosesi Upacara adat ini dilakukan karnaval yang dimulai dari Masjid Al-Mabrur menuju ke area Wisata Goa Kreo Semarang. Arak-arakan karnaval pada upacara adat ini dimulai dan diatur dengan urutan sebagai berikut : (1) seorang cucuk lampah dengan berpakaian adat Jawa lengkap; (2) embawa umbul-umbul dengan empat warna (merah,putih, kuning dan hitam), pembawa kayu jati, para santri pembawa tumpeng sesaji, pager ayu, pager bagus dan penari Gado-gado Semarang. Sesampai di halaman Goa Kreo diadakan penyerahan tumpeng sesaji yang dilakukan oleh juru kunci kepada Rewanda baik yang masih hidup maupun yang sudah mati (roh/leluhur). Kemudian para santri naik ke puncak untuk membaca tahlil bersama untuk memohon kepada Tuhan Ynag Maha Esa agar parakaryawan, masyarakat Talun Kacang dan para pengunjung diberkahi keselamatan, panjang umur, rejeki halal dan dijauhkan dari segala bencana.