Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Wayang Beber Sragen - Kab. Sragen, Jawa Tengah
Sejarah: Kerajinan wayang beber Sragen, berawal ketika Pujianto yang tinggal di Dusun Gabugan, Desa Tanon, Kecamatan Sragen, Provinsi Jawa Tengah, sekitar tahun 1980 mengikuti penelitian wayang beber di Kabupaten Pacitan, dan Pujianto yang berusia 55 tahun mulai tertarik dengan wayang beber tersebut. Wayang beber jauh lebih dulu lahir dibandingkan dengan Wayang Purwo yang masih banyak dijumpai hingga sekarang. Pujianto ikut penelitian wayang beber, bergabung dengan sejumlah angggota perkumpulan para seniman dari Jakarta. Setelah survei ke Pacitan yang konon menjadi tempat kelahiran wayang beber, Pujianto bersama-sama teman seniman mulai mencoba membuat wayang beber lalu dipamerkan di Jakarta. Waktu pertama membuat wayang beber pada tahun 1990-an membutuhkan waktu hingga satu bulan karena belum begitu paham, yang sebelum mengenal wayang beber Pujianto telah menjadi pelukis dan pembuat Wayang Purwo. Kini Pujianto menjadi satu-satunya pengrajin wayang beber di Kabupaten Sragen. Kerajinan wayang beber yang kebanyakan mengambil cerita Panji Asmoro Bangun dengan Dewi Sekartaji. Deskripsi: Pembuatan wayang beber dimulai dengan membentangkan kain berjenis phillips, selanjutnya membuat dasaran dengan mewarnai kain tersebut sehingga fungsinya mirip kanvas sebagai media lukis. Setelah itu kain mulai dipola atau didesain sesuai tokoh pewayangan beserta ornamen pendukung. Proses terakhir adalah mewarnai kembali pola yang telah dibuat dan mengarsirnya agar memperjelas kontur wayang beber