Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Sanggul - Demak, Jawa Tengah |
Sejarah:
Industri kerajinan sanggul yang terletak di Desa Geneng, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah sudah ada sejak tahun 1970-an. Di Desa tersebut sebagian besar warganya mempunyai usaha sebagai perajin kerajinan sanggul Pada saat-saat tertentu misalnya pada saat menjelang peringatan hari Kartini permintaan pasar akan sanggul meningkat tajam. Permintaan terbesar terjadi pada era tahun 1990-an. Hal ini karena peringatan hari Kartini tidak lagi diperingati secara besar-besaran oleh pemerintah.
Deskripsi:
Kerajinan sanggul merupakan kerajinan yang berbahan baku rambut. Bahan baku rambut bisa rambut asli akan tetapi bisa juga rambut sintetis. Pusat industri kerajinan sanggul di Demak yang cukup terkenal yaitu ada di Desa Geneng, Keca¬matan Mijen Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Di Desa tersebut termasuk dae-rah yang cukup dikenal karena keberadaan UMKM, yakni industri rumah tangga sanggul. Desa yang terletak di jalur Demak-Jepara ini menjadi daerah penghasil sanggul yang mampu me¬menuhi pasar hinggaYogyakarta dan Solo.
Hampir sebagian war¬ga di Desa Geneng,Kecamatan Demak mempunyai usaha mem¬buat sanggul. Pada tahun 1970-an bahan dasar sang¬gul masih menggunakan rambut asli. Kini, banyak yang mulai meninggalkan rambut asli dan mengganti dengan bahan sintesis. Untuk mengikuti perkembangan zaman para perajin dituntut untuk berkreativitas. Seperti adanya rambut yang diberi cat warna warni. Begitu juga dengan sanggul, juga harus mengikuti perubahan itu sehingga sanggul masih tetap diminati,terutama model sanggul klasik yaitu model sanggul RA. Kartini.
Sebagian besar tenaga pem¬buat sanggul di Desa Geneng adalah kaum wanita. Biasanya, mereka diupah berdasar sistem bo¬rong. Namun ada pula yang upahnya dengan system harian. Pola kerja pembuat sanggul di Desa Geneng yaitu untuk membuat sanggul para pembuat sanggul lebih banyak menyeselesaikan pekerjaannya di rumah ma¬sing-masing. Akan tetapi ada juga yang mengerjakannya di griya industri milik pengusaha..
Dalam satu harinya seorang pembuat sanggul rata-rata mampu menyele¬saikan 40 hingga 50 sang¬gul. Tergantung pada model dan ukurannya. Untuk membuat sanggul yang modelnya rumit tentu membutuhkan waktu pembuatan yang lebih lama. Namun ongkos boron¬gannya disesuaikan.
Bahan baku pembuatan sanggul di Desa Geneng, Kecamatan Demak sebagian besar menggunakan rambut sin¬tetis. Hanya sebagian kecil saja pengusaha sanggul di Geneng yang menggunakan bahan rambut asli. Bahan sintetis tersebut diperoleh dari Jakarta dan Bandung. Untuk mempero¬leh bahan sanggul biasanya pengusaha membeli dengan cara membeli secara kolektif. Hal ini selain untuk menghemat biaya transportasi juga agar bisa mengurangi harga.
Proses pembuatan sanggul cukup sederhana. Namun membutuhkan ketelate¬nan dan kerapian dalam menata bahan sintetis agar bisa menjadi sanggul menyeru¬pai rambut asli. Bahan sintetis yang awalnya masih ruwet dan bergelom¬bang disisir hingga halus dan panaskan sedikit agar lurus dan halus. Kemudian setelah mirip rambut asli, baru dibentuk menjadi sanggul sesuai keinginan. Setelah selesai dibentuk sanggul siap untuk dipasarkan.
Untuk pemasaran hasi produksi sanggul, hingga saat ini belum ada kendala yang berarti. Kebanyakan pembeli langsung datang ke rumah¬ pengusaha untuk mengambil ba¬rang yang sebelumnya telah di pesan.Namun, Selain mengan¬dalkan pesanan ada juga banyak sales yang ikut memasarkanhasil produksi sanggul. Kebanyakan mereka telah memiliki langgangan salon dan jasa rias pengantin di daerah Solo dan Yogyakarta. Mengenai harga sanggul sangat bervari¬asi, mulai yang termurah Rp 8.000 hingga yang mencapai puluhan ribu.