Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Batik Tulis Karangmlati Demak - Demak, Jawa Tengah |
Sejarah:
Batik secara historis dikenal sejak abad XVII, pada masa Kerajaan Majapahit dan kerajaan sesudahnya. Pada saat itu batik merupakan keseniaan gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga raja – raja Indonesia zaman dahulu. Batik mencerminkan buah pemikiran kompleks nilai atau moral dan emosi suatu kelompok tersebut. Berawal dari tekstil batik kemudian berkembang menjadi budaya dan sekaligus sebagai penanda keberadaan suatu kelompok masyarakat. Bentuk dan coraknya banyak dan bervariasi sesuai dengan filosofi dan budaya yang amat beragam. Khasanah budaya Indonesai yang demikian kaya telah mendorong lahirnya berbagai corak dan jenis batik tradisional dengan ciri kekhususannya sendiri. Seperti batik demak yang mempunyai ciri khusus sebagai batik perpaduan antara motif pesisiran dan pertanian yang jarang dimiliki di wilayah lain.
Batik Demak muncul pada enam abad yang silam. Namun batik Demak seakan menghilang seiring dengan perpindahan Kasultanan Demak Bintoro ke Pajang. Kemudian Batik Demak mulai dirintis kembali di wilayah pesisiran dan ternyata hasilnya sangat menarik perhatian masyarakat luas. Batik Demak dikenal kembali oleh masyarakat baik masyarakat Demak sendiri dan masyarakat di luar kota Demak, bahkan sampai ke mancanegara.
Deskripsi:
Batik merupakan hasil karya seni yang adi luhung yang terdapat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Batik di masing-masing daerah memiliki ciri khas tersendiri. Kabupaten Demak memiliki batik tulis dengan ciri dan corak yang khas, yaitu perpaduan antara motif pesisiran dan pertanian. Ciri khas batik tulis Demak tersebut kini mulai gencar diperkenalkan ke khalayak melalui berbagai ajang promosi maupun pameran yang dilakukan oleh Tim Klaster yang diketuai oleh Dwi Marfiana (49 th). Upaya promosi itu telah dilakukan hampir setahun. Promosi dilakukan di beberapa tempat seperti Semarang, Yogyakarta, Surabaya, bahkan sampai di Jakarta. Hasilnya, batik tulis Demak kini mendapat perhatian cukup luas. Sejumlah daerah yang disinggahi tim klaster batik menyatakan meminta pesanan lantaran tertarik batik khas Demak.
Motif-motif yang ditawarkan dan membuat orang tertarik pada batik Demak antara lain Ulam Segaran, Tigo Rangsik, Sabet Rangsik, Semangka Tegalan dan Cupit Kepiting. Istilah Rangsik diambil dari kata urang (udang), kerang dan sisik. Penyederhanaan nama serta bentuk binatang laut untuk lebih memperlihatkan ciri batik pesisiran. Sedangkan motif semangka tegalan terinspirasi oleh buah semangka yang juga menjadi andalan Kabupaten Demak,
Selain motif atau corak Batik tulis Karangmlati ada juga motif batik Demak terinspirasi dari sejarah Kerajaan Demak, seperti ornament yang terdapat di Masjid Agung Demak. Motif tersebut diantaranya gambar bledeg (petir), burung phonix, dan bulus. Selain itu ada juga motif buah belimbing.
Motif yang digambarkan pada kain batik memiliki makna dan filosofis. Motif bledeg mempunyai arti untuk meredam perangai keras terhadap pemakainya. Motif burung phonix atau burung hong mempunyai nilai keindahan sekaligus kegagahan juga menjunjung tinggi sebuah kebajikan dan keabadian. Sedangkan motif belimbing merupakan buah yang menjadi ciri khas Kota Demak bahkan menjadi ikon Kota Demak.
Dalam proses pewarnaan batik tulis Karangmlati Demak menggunakan bahan-bahan alami. Bahan-bahan alami terbuat di antaranya bahan dari dedaunan. Pewarnaan dengan bahan alami lebih diminati pelanggan daripada pewarnaan dengan bahan sintetis.
Batik sebagai salah satu seni tradisional Indonesia menyimpan konsep artistik yang tidak dibuat semata – mata untuk keindahan. Akan tetapi mempunyai fungsi selain sebagai pilihan untuk busana sehari-hari, batik juga digunakan untuk keperluan upacara, adat, tradisi, kepercayaan, agama, bahkan status sosial. Batik bukan hanya sesuatu yang indah tetapi juga bermakna. Indahnya bukan hanya sebagai pemuas mata, melainkan melebur dengan nilai – nilai moral, adat, tabu, agama, dan lain sebagainya. Seperti halnya Batik Tulis Karangmlati Demak.