Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaApitan Desa Jragung - Demak, Jawa Tengah
Apitan Desa Jragung merupakan tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Demak, khususnya di Desa Jragung, Kecamatan Karangawun, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dinamakan Apitan karena tardisi ini dilaksanakan pada bulan Apit kalender Jawa. Adapun tempat pelaksanaan upacara biasanya di rumah Kepala Desa Jragung. Upacara dikuti oleh masyarakat Desa Jragung, baik sebagai peserta maupun yang hanya menjadi penonton. Apitan dilaksanakan sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang diberikan kepada masyarakat Desa Jragung khususnya. Selain itu juga sebagai sarana untuk memohon do’a agar masyarakat Desa Jragung hidup sejahtera, aman dan makmur. Sebelum dilaksanakan upacara Apitan, biasanya dibentuk kepanitiaan yang terdiri dari pengurus LKMD dan tokoh masyarakat desa. Kemudian dilakukan persiapan upacara, diantaranya persiapan tempat upacara dan pemasangan panggung dan dekorasi serta persiapan sesaji upacara. Sesaji yang diperlukan dalam upacara Apitan terdiri dari dua macam, yakni sesaji selamatan dan sesaji untuk pergelaran wayang kulit. Sesaji Selamatan terdiri dari sesaji berupa nasi dan ingkung, lauk pauk, jajan pasar, tikar dari pandan, kipas/ilir-ilir, ani-ani, kendhi kecil, kendil kecil berisi beras dan uang receh, telor ayam kampung, sisir, kaca pengilon dll. Sedangkan sesaji untuk pergelaran wayang kulit berupa tebu sebanyak dua batang yang diletakkan kanan dan kiri dan padi yang masih ada batangnya sebanyak dua ikat yang diletakkan disebelah kanan dan kiri, kelapa sebanyak empat biji yang (sepasang untuk kanan wayang, sepasang lagi untiuk kiri wayang, cemeti/pecut, dll. Selain sesaji, harus dipersiapkan pula seperangkat wayang dan gamelan untuk pergelaran wayang. Dalam pelaksanaan upacara Apitan tidak ada larangan yang baku yang harus dihindari. Akan tetapi sebagai anjuran bahwa sehabis dhuhur diadakan selamtan secara serentak di masing-masing dhukuh yang dipimpin oleh Kepala Dhukuh. Kemudian pada malam harinya sehabis maghrib dilaksanakan selamatan di rumah Kepala Desa. Selamatan dihadiri oleh tamu undangan dan pengisi acara dari Kecamatan, Polsek dan koramil, ditambah perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, kelembagaan (BPD, LKMD, RT dan RW) dan semua masyarakat Desa jragung khususnya. Setelah acara selamatan selesai dilanjutkan dengan program kerja yang akan dilaksanakan Desa Jragung pada tahun berikutnya serta keberhasilan yang telah dilaksanakan di tahun ini. Kemudian acara dilanjutkan dengan berupa pergelaran wayang kulit. Makna yang terkandung pada pelaksanaan tradisi Apitan terdiri dari beberapa aspek, di antaranya aspek religi dan aspek seni. Dilihat dari aspek religi, bahwa upacara Apitan dapat digunakan sebagai sarana untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan aspek seni, dengan pergelaran wayang kulit maka masyarakat Desa Jragung khususnya dapat terhibur. Selain itu juga dapat dijadikan sarana untuk memperkenalkan budaya kepada anak-anak.