Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kerajinan Tenun Lurik Pedan - Kab. Klaten, Jawa Tengah |
Sejak jaman Hindia Belanda masyarakat Pedan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah mempunyai keterampilan membuat tenun lurik. Tenun lurik ini berawal dari alat tenun gedhog warisan turun-temurun yang kemudian berkembang menjadi alat tenun pancal dan kemudian pada perkembangan selajutnya sampai sekarang beralih menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Setelah tenun berkembang serta menjanjikan prospek yang cerah bagi para pengrajin dan pengusahanya, sehingga produksi bahan sandang ini semakin meningkat. Dengan masuknya inovasi baru berupa desain-desain baru dari perancang mode yang mudah diserap oleh para pengrajin, membuat tenun melejit mengungguli tenun ikat daerah lain. Namun sebelum sampai kondisi seperti sekarang ini, dalam setiap kesempatan para pengusaha tenun selalu diajak untuk mengikuti berbagai macam pameran, baik yang dilakukan di dalam maupun diluar negeri. Sesuai dengan perkembangan pasar, permintaan terhadap produk tenun pun semakin berkembang mengikuti permintaan selera konsumennya.
Tenun lurik Pedan merupakan teknik tenun gedhog yang kemudian berkembang menjadi tenun ikat, yang pada perkembangannya dikerjakan dengan Alat Tenun Bukan Mesin. Kerajinan tenun ini tumbuh dan berkembang sejak jaman Belanda dan terus dilestarikankan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Pada saat ini setelah melalui perkembangan dan menyesuaikan dengan selera pasar, maka tenun lurik Pedan banyak menciptakan motif-motif baru disesuaikan dengan selera penggunaannya.