Abangan merupakan makanan khas Pundong, Bantul, Yogyakarta, DIY. Makanan ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Abangan dibuat dari sisa atau limbah endapan parutan singkong yang berada di bagian atas dari sari pathi yang kemudian disebut dengan tepung tapioka. Setelah diambil sari pathinya maka masih ada sisa endapan yang berwarna agak kekuning-kuningan. Setelah dibuang airnya kemudian sisa endapan dicampur dengan terigu sehingga menjadi adonan. Adonan tersebut dimasak dengan cara digoreng di dalam cetakan berbentuk bulat sehingga mirip dengan kue apem. Kue apem dari limbah tepung tapioka inilah sebagai bahan untuk membuat abangan.
Cara memasak abangan yaitu kue apem dari limbah tepung tapioka dipotong-potong. Tumis bawang merah, bawang putih, dan cabe yang sudah dihaluskan dan ditambah dengan bumbu lainnya Jika bumbu sudah berbau harum kemudian masukkan potongan apem sisa limbah tapioka. Kemudian ditambah kobis dan wortel sambil diaduk sampai bumbu merata dan matang. Kemudian angkat. Secara tampilan abangan mirip sekali dengan masakan Capcay Jawa. Namun rasanya jauh berbeda. Abangan mempunyai rasa asam yang cukup mencolok Rasa asam berasal dari proses perendaman parutan singkong. Sehingga untuk mengimbangi rasa asam abangan maka ditambahkan dengan bumbu cabai dan bumbu dapur lainnya agar tercipta rasa pedas dan gurih. Setelah diolah dengan tambahan bahan yang lengkap maka abangan mempunyai rasa yang tidak bisa ditemukan pada masakan lain.