Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaMitos Gua Kiskenda - Kulon Progo , Yogyakarta
Goa Kiskendo merupakan salah satu tempat wisata di Kabupaten Kulon Progo yang terletak di Desa jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kulon Progo. Di Goa tersebut terdapat suatu cerita atau mitos tentang Mahesa Sura dan Lembu Sura. Keduanya merupakan kakak beradik yaiu manusia berkepala kerbau sebagai penghuni Goa Kiskendo. Mereka mempunyai kesaktian yang setara dengan kesaktian para dewa. Pada suatu pagi Mahesa Sura dan Lembu Sura sedang terlibat pembicaraan yang hangat. Mahesa Sura menceritakan kepada adiknya tentang mimpinya menyunting Dewi Tara di kayangan Junggring Saloka. Kemudian Mahesa Sura mengungkapkan keinginannya kepada adiknya agar mimpinya menjadi kenyataan. Namun hal itu tidak disetujui oleh adiknya Lembu Sura dengan alasan bahwa mereka tidak sepadan dengan Dewi Tara. Dewi Tara adalah anak Dewa sedangkan mereka adalah manusia biasa. Akan tetapi Mahesa Sura percaya dengan kesaktiannya sehingga nasehat adiknya diabaikannya. Untuk mewujudkan impiannya Mahesa Sura meminta adiknya untuk melamar Dewi Tara. Karena desakan sang kakak kemudian Lembu Sura berangkat menuju Kayangan Junggring Salaka. Pada saat Lembu Sura tiba di Kayangan Junggring Salaka, para dewa sedang mengadakan pertemuan berkaitan dengan keadaan yang tidak menentu akibat manusia banyak melakukan kejahatan. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya maka Betara Guru kaget atas keberanian Lembu Sura yang akan meminang Dewi Tara. Bahkan Lembu Sura akan merebut dan Kayangan Junggring Salaka akan dihancurleburkan apabila lamarannya ditolak. Mendengar ancaman Lembu Sura para dewa Kayangan Junggring Salaka menyadari akan kesaktian dan kedigdayaan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Kemudian para dewa memutuskan untuk menyuruh pulang Lembu Sura dan menunggu kabar dari Kayangan Junggring Salaka. Setelah sampai di Goa Kiskendo Lembu Sura melaporkan semua peristiwa yang terjadi di Kayangan Junggring Salaka kepada kakaknya Mahesa Sura. Kemudian Mahesa Sura mengatakan dengan suara sekeras-kerasnya bahwa sekali mereka menolak maka seluruh dewa akan mengalami kesengsaraan seumur hidup. Sepeningggal Lembu Sura, Betara Guru segera memerintahkan Betara Narada untuk menemui Sugriwa di alam dunia. Kepada Sugriwa Batara Narada menjelaskan maksudnya agar Sugriwa melawan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Batara Narada mengatakan bahwa walaupun Sugriwa berujud kera namun merupakan jelmaan seorang satria andalan para dewa. Oleh karena itu para dewa percaya bahwa Sugriwa dapat mengalahkan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Apabila Sugriwa berhasil mengalahkan mereka maka Batara Guru akan menyerahkan Dewi Tara sebagai istrinya. Kemudian atas seijin Batara Narada Sugriwa melaksanakan perintahnya dengan bantuan adiknya yang bernama Subali. Sugriwa dan Subali mengatur siasat untuk mengalahkan Mahesa Sura dan Lembu Sura. Subalilah yang akan menghadapi Mahesa Sura dan Lembu Sura. Subali berpesan kepada kakaknya ketika bertarung melawan Mahesa Sura dan Lembu Sura di dalam gua tempat tinggal mereka apabila ada darah putih mengalir di pintu goa berarti Subali telah gugur dan Sugriwa diminta untuk menutup pintu goa dengan batu yang sudah dipersiapkan. Kemudian sebaliknya apabila yang mengalir darah merah maka Mahesa Sura dan Lembu Sura yang gugur sehinga pintu tetap dibiarkan terbuka ini berarti Subali berhasil menewaskan mereka. Kemudian mereka berdua menuju ke goa tempat Maheasa Sura dan Lembu Sura tinggal. Tidak lama terjadilah pertempuran yang cukup lama antara Subali melawan Mahesa Sura dan Lembu Sura, bahkan sampai berhari-hari lamanya. Akhirnya Subali berhasil melawan kedua kakak beradik tersebut. Kemudian mengalirlah darah putih dan merah melewati pintu goa. Sugriwa yang berjaga di depan pintu goa kebingungan. Sugriwa mengira bahwa Subli tewas melawan musuh-musuhnya. Tanpa pikir panjang kemudian ditutuplah pintu goa dengan batu besar sampai rapat. Sugriwa kembali ke Kayangan Junggring Salaka. Subali terkejut ketika mendapatkan pintu goa tertutup. Berkat kesaktiannya kemudian Subali segera menembus atap goa. Subali berhasil keluar dan menyusul kakaknya di Kayangan. Setelah bertemu dengan kakaknya kemudian terjadi perselisihan antar keduanya. Akhirnya Batara Narada dapat menenangkan suasana. Sugriwa dan Subali berdamai kembali. Kemudian sesuai dengan janji dewa maka Sugriwa dinikahkan dengan Dewi Tara.