Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | DADUNGAWUK - SLEMAN, YOGYAKARTA |
Dadungawuk merupakan bentuk seni teater tradisional Jawa semacam ketoprak, namun para pemain saat memasuki dan keluar dari panggung dengan cara menari. Seni pertunjukan ini melakonkan cerita ’Dadungawuk’, dengan cerita pokok sebagai berikut.
Cerita diawali dengan penampilan penguasa desa Karangtengah/Karangwetan, bernama Demang Cakrayuda dan istrinya yang bernama Biyang Ganyong yang sedang hamil muda, nyidam minta ikan ’bader bang sisik kencana’.
Demang Cakrayuda pergi untuk mencari ikan ’bader bang sisik kencana’; yang diinginkan istrinya. Di tengah perjalanan Demang Cakrayuda berjumpa dengan adiknya yang bernama Dadungawuk. Mereka berdua kemudian berbincang, membicarakan tujuan perjalanan masing masing, bahwa Demang Cakrayuda akan mencari ikan ’bader bang sisik kencana’, sementara Ddungawuk akan pergi ke negara untuk mencari pekerjaan. Kemudian mereka berpisah, untuk melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanannya Demang Cakrayuda bertemu dengan seorang gadis bernama Genduk Manis, pemilik ikan ’bader bang sisik kencana’. Demang Cakrayuda dan Genduk Manis saling tertarik. Hubungan mereka diketahui oleh Dadungawuk. Ia kemudian mengingatkan kakaknya, Demang Cakrayuda, mengenai maksud tujuan dari perjalanannya. Atas peringatan tersebut Demng Cakrayuda menyadari kesalahannya. Selanjutnya is minta maaf kepada Genduk Manis, dan meminta agar Genduk Manis berkenan memberi ikan ’bader bang sisik kencana’ miliknya, untuk memenuhi keinginan istrinya. Genduk Manis pun memberikan ikan ’bader bang sisik kencana’ miliknya. Selanjutnya, Demang Cakrayuda pulang, sementara Dadungawuk akan melanjutkan perjalanan untuk mencari pekerjaan di Kerajaan Demak.
Selain cerita pokok tersebut, cerita kadang-kadang dilanjut dengan kisah Dadungawuk setelah sampai di Kerajaan Demak, ia melamar untuk menjadi lurah prajurit. Akhirnya ia tewas saat bertanding dengan sesama pelamar yang bernama Jaka Tingkir. Selain itu, kdang-kadang dalam cerita tersebut juga diselingi kisah Jaka Sela menangkap petir, serta diselingi adegan dagelan/lawak.