Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Tradisi Cahe - Sumenep, Jawa Timur |
Upacara Tradisi Cahe merupakan salah satu upacara tradisi yang ada di Kabupaten Sumenep. Tepatnya berada di wilayah Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep Jawa Timur. Lokasi upacara di suatu gua yaitu Gua Mandalia yang berada di Desa Langsar. Dipilhnya Gua Mandalia sebagai tempat pelaksanaan upacara karena warga meyakini bahwa di gua tersebut dahulu sebagai tempat bersemedinya sesepuh, sehingga tempat tersebut sangat dikeramatkan oleh warga sekitar Desa Lngsar.
Upacara Tradisi yang dilakukan sejak bertahun-tahun yang lalu, hingga kini sudah 8 (delapan turunan). Upacara tersebut dilakukan bertujuan untuk memohon hujan. Masyarakat Desa Langsar pada umunya bermatapencaharian sebagai petani. Karena letaknya di daerah pegunungan yang tandus maka pada umumnya petani mengandalkan tanaman jagung sebagai tanaman pokoknya. Pada saat kemarau yang panjang maka masyarakat Desa Langsar berupaya untuk mendatangkan hujan agar mereka bisa menanam jagung. Upaya yang dilakukan masyarakat yaitu dengan mengadakan upacara Tradisi yang kemudian dikenal dengan Upacara Tradisi Cahe.
Upacara Tradisi Cahe dilakukan 2 (dua) kali dalam setahun. Upacara yang pertama dilakukan pada bulan Oktober yaitu pada saat akan menanam jagung dan yang ke dua pada bulan Februari yaitu pada waktu pasca panen. Sehingga selain bertujuan untuk mendatangkan hujan upacara tersebut juga sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rizkinya berupa hasil panen jagung.
Prosesi upacara diawali dengan musyawarah atau rapat panitia untuk menentukan kapan waktu pelaksanaan upacara beserta uba rampenya yang dibutuhkan pada pelaksanaan upacara Tradisi Cahe. Kemudian dilakukan persiapan ubarampe yang diperlukan untuk pelaksanaan upacara, antara lain : Air dari 7(tujuh) sumur, bunga setaman, nasi tumpeng, nasi rasul, 7 (tujuh) bungkus jajan pasar bungkus dan 7 (tujuh) buah kelapa muda.
Pada upacara Tradisi Cahe ini didukung dengan kesenian Saronen serta tari-tarian.
Kemudian masyarakat berkumpul di lokasi upacara dengan membawa hasil bumi. Setelah dilakukan serentetan do’a yang dipimpin oleh kyai maka upacara telah usai. Kemudian sesaji yang dibawa oleh warga dimakan secara bersama-sama oleh masyarakat yang datang di lokasi upacara dengan penuh suka cita.
Masyarakat percaya akan pentingnya acara ini sehingga pada saat pelaksanaan upacara tradisi Cahe masyarakat Langsar yang tinggal di luar Desa Langsar pasti pulang untuk mengikuti jalannya tradisi ini.