Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Gerabah - Bayat, Klaten Jawa Tengah
Di Kecamatan Bayat, khususnya di Pagerjurang dan Melikan hampir setiap rumah memiliki usaha kerajian gerabah. Daerah itu menjadi sentra kerajinan gerabah, dan disepanjang tepi jalan utama di Melikan dan Pagerjurang banyak ditemui toko-toko gerabah. Kerajinan pembuatan gerabah di daerah ini sudah berlangsung sejak lama. Dari beberapa referensi dan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, kerajinan ini konon berasal dari masa Sunan Pandanaran (Putra Sunan Pandan Arang) bupati Semarang. Dan bahkan ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kerajinan gerabah di Bayat kemungkinan sudah ada sejak masa prasejarah. Hal itu terlihatdari alat alat yang digunakan dan juga fungsi dari produk yang dihasilkan. Teknik: Gerabah Bayat memiliki teknik tersendiri yang berbeda dengan pembuatan gerabah di lain tempat. Teknik yang berkembang di Bayat biasanya dinamakan teknik miring. Dikatakan teknik miring sebab lempengan kayu yang dipakai untuk membentuk gerabah tidak berada dalam posisi datar namun miring. Oleh karena itu kemudian dikenal dengan teknik miring. Teknik ini dikembangkan oleh seorang ahli berkebangsaan Jepang dan sampai sekarang diterapkan di Bayat. Bahan: Tanah liat yang dipakai sebagai bahan utama pembuatan gerabah diambil dari daerah sekitar. Tanah liat itu ditambah dengan sedikit pasir yang lembut ( pasir disaring, hingga mendapatkan pasir yang sangat lembut). Perpaduan kedua bahan itu membuat gerabah cukup kuat dan awet. Pembakaran yang bagus akan menghasilkan gerabah dengan warna alami yang bagus, dan sering pula ditemui sedikit warna hitam dalam gerabah yang telah dibakar. Bentuk, model dan Warna Para perajin gerabah di Bayat masih banyak yang membuat alat-alat tradisonal seperti kendi, kuali, pot bunga, celengan, anglo, cobek, gentong besar, tungku api. Di samping itu juga sudah mengembangkan model model lain seperti vas bunga yang besar, patung, tempat payung, tempat buah/ piring buah dan masih banyak bentuk / model lainnya. Model-model gerabah yang dibuat tidak hanya memakai warna dasar tanah liat yang dibakar, namun telah banyak yang memakai teknik pewarnaan yang baru dan modern. Gerabah yang dihasilkan juga ada yang memakai teknik tempel (ditempeli dengan kaca). Pemasaran Gerabah Bayat oleh para perajinnya ada yang dipasarkan di toko-toko disepanjang jalan Bayat, atau di showroom rumah masing-masing perajin, adapula yang dijajakan berkeliling dengan sepeda ataupun dengan berjalan kaki. Gerabah Bayat juga banyak diambil para pedagang pasar dan dijual di pasar sekitar Klaten. Beberapa perajin basar sudah mampu melayani pembelian yang berasal dari luar pulau dan bahkan melayani pembeli dari manca negara. Oleh karena itu pemasaran gerabah ini telah mencapai mancanegara.