Sejarah: Kesenian thongling adalah bentuk kesenian tradisional atau rakyat yang berada di daerah pedesaan. Kesenian ini muncul untuk kebutuhan masyarakat desa yakni untuk membangunkan umat Islam di bulan Ramadhan, agar tidak terlambat makan syaurnya. Dalam perkembangan music atau kesenian ini oleh masyarakat dijadikan sebagai hiburan selain untuk ronda malam.
Deskripsi: Kesenian Thongling, sesuai dengan namanya yaitu thong berasal dari alat kentongan dan ling dari bunyi alat music yang berupa seruling alat music ini yaitu kentongan dan seruling akan menghasilkan suara music khas, bila perpaduan antara kentongan dan seruling tersebut dibunyikan bersamaan. Kedua alat tersebut bahan dasarnya adalah dari bambu.
Di Kabupaten Magetan kesenian thongling ini juga ikut memeriahkan dalam even-even tertentu seperti pada acara perayaan "ledhug Suro".