Korcak merupakan salah satu bentuk seni musik tradisional dengan alat utama berupa rebana dan dung-dung. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara pernikahan di daerah sekitar Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang fungsinya untuk mengiringi rombongan pengantin laki-laki ataupun pengantin perempuan. Namun demikian, Korcak juga ditampilkan pada acara perayaan atau hari besar sebagai media hiburan.
Lirik lagu dalam kesenian Korcak bernafaskan ajaran agama Islam yang berisi tentang puji-pujian (berupa shalawat dan barzanji) kepada Nabi Muhammad SAW. Pemain Korcak adalah laki-laki dengan pakaian bergaya melayu berjumlah sekitar 20-an orang yang terdiri dari pemain musik dan penari. Dari keseluruhan jumlah pemain, sekitar 14 di antaranya adalah penari yang juga bertugas memainkan rebana.
Kesenian Korcak hanya ada di beberapa desa di Kecamatan Sangkapura sehingga mengalami tingkat persebaran yang tidak bergitu luas. H. Hamsun (65 tahun) adalah salah satu tokoh penggerak kesenian Korcak dari Desa Baratsawah, Menara, Gunung Teguh, Sangkapura, Bawean, menuturkan bahwa, kata "korcak" berasal dari bunyi alat musik berupa kercek yang ada pada rebbana sebagai musik penggiringnya.