Mandiling merupakan salah satu bentuk seni tradisi yang masih hidup dan berkembang di Bawean, Gresik, Jawa Timur hingga saat ini. Bentuk pertunjukan ini berupa seni berbalas pantun oleh sepasang lelaki yang salah satunya berdandan ala perempuan dengan bahasa khas Bawean atau Bahasa Indonesia. Adapun pakaian yang dikenakan oleh si "perempuan" adalah kebaya, jarit, selendang, dan mengenakan sanggul di bagian kepala sedangkan laki-laki pasagannya mengenakan baju kurung khas Melayu atau berjas. Untuk penyanyi Mandiling profesional, pantun atau syair biasanya dilantunkan secara spontan dan terdengar ekspresif sehingga kecerdasan dan keterampilan dalam mengolah kata menjadi suatu hal yang penting. Namun demikian, untuk para penyanyi Mandiling pemula biasanya dengan menghafalkan teks yang telah disusun terlebih dahulu. Jenis pantun yang ditampilkan berisi tentang nasihat, cinta, rayuan, atau anekdot/jenaka. Kesenian ini biasanya ditampilkan pada acara pengantin atau pesta rakyat.