Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaKerajinan Batik Kota Madiun - Taman, Kota Madiun, Jawa Timur
Sejarah: Perajin batik yang berada di kota Madiun bermula dari penduduk yang berasal dari daerah Walikukun Ngawi yakni daerah batik yang sudah cukup terkenal, yaitu Siti Komariah yang mengikuti suaminya kurang lebih tahun 2002. Perajin ini mulai menekuni usahanya di Madiun hingga sekarang, dan ia satu-satunya perajin batik yang berada di Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman yang diberi nama motif Retno Kumolo. Dalam usahanya mereka sekarang bisa menampung beberapa tenaga kerja dan di tempat usaha ini pula sebulan sekali sering dikunjungi oleh anak-anak sekolah atau pelajar SMP dan SMA di Madiun untuk belajar dan melihat langsung proses pembuatan batik tulis. Pada tahun 2010 tepatnya bulan Januari (Monas Apkasi) di Kabupaten Madiun, perajin batik memberi kenang-kenangan selembar batik tulis motif Retno Kumolo dari kain katun dan sutra pada Bapak Presiden SBY dan Ibu. Selain itu, pemerintah Kota Madiun juga memesan batik tulis motif Retno Kumolo ini sebagai batik tulis khas kota Madiun untuk seragam semua pegawai pemerintah Kota Madiun Deskripsi: Ciri khas batik tulis Kota Madiun adalah motif Retno Kumolo yaitu paduan gambar keris dan gambar bunga. Adapun bahan yang dibatik adalah dari kain katun dan kain sutra. Proses dalam membatiknya masih tradisional mulai dari pembuatan pola (memola) atau menggambar sampai pencelupan warna dilakukan sendiri oleh perajin. Pemasaran di wilayah Madiun dan sekitarnya. Harga untuk sepotong kain sutra yang telah ditoreh batik tulis dijual seharga Rp. 350.000,- - Rp. 500.000,- sedangkan yang dari kain katun mulai dari harga Rp 70.000,- - Rp. 150.000,-.