Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaAsal Mula Nama Pesantenan
Perang besar antara kadipaten Paranggarudo dan carangsoko berakhir dengan kemenangan Carangsoko. Kadipaten Paranggarudo menjadi bagian Carangsoko dibawah pimpinan Adipati Puspa Andungjaya. Sambuil menata urusan kerajaan, Adipati Puspa Andungjaya menikahkan Dewi rayungwulan dengan Raden kembangjaya. Ki Dalang Sapanyana, sebagai punggawa di Carangsoko. Kadipaten Carangsoko mengalami kemakmuran. Pada suatu hari Raden Kembangjaya minta ijin kepada mertuanya, Adipati Puspa Andungjaya untuk bermukim di wilayah penghubung antara carangsoko dan Paranggarudo. Raden Kembangjaya mengajak Ki Dalang Sapanyana menyeberangi bengawan Silugangga melanjutkan perjalanan ke selatan. Sampailah mereka di kawasan hutan Kemiri yang subur dan berkeinginan bermukim. Mereka bekerja keras membabat hutan dan menata lahan permukiman. Pada kesempatan itu lewatlah Ki Sagola, seorang penjual minuman dawet yang ingin berbakti kepada Raden Kembangjaya serta pengikutnya. Minuman yang segar dan manis memikat perhatian raden Kembangjaya, selama beberapa hari selalu memesan dawet Ki Sagola. Setelah selesai pekerjaannya, Raden Kembangjaya bertanya perihal pembuatan dawet tersebut. Ki Sagola menjawab bahwa dawet terbuat dari tepung, diberi gula aren atau gula kelapa yang diberi santan kelapa. Rasa nikmat dan gurih berasal dari santan atau santennya. Mendengar jawaban Ki Sagola, Raden Kembangjaya berucap kelak apabila tepat ini berkembang menjadi negeri yang makmur akan dinamakan Pesantenan menggantikan nama Carangsoko yang pernah terjadi pertumpahan darah.