Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaIndustri Kuningan Krisna - Juwana, Pati Jawa Tengah
Sejarah: Pengrajin kuningan di Kota Juwana, Pati sudah dikenal sejal tahun 1950-an. Produksi yang dihasilkan terbatas pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Hasil produksi yang dihasilkan masih bersifat sederhana. Keberadaan industri kuningan ini terkait erat dengan keberadaan industri kapal di Desa Bojomulyo, yang letaknya hanya 2-3 km dari Desa Growong Lor. Keberadaan galangan kapal mendorong berkembangnya industri kuningan. Galangan kapal membutuhkan baling-baling kuningan yang tahan karat. Tahun 1960-an, jumlah pengrajin bertambah karena melihat peluang membuat baling-baling kapal. Selain memproduksi baru juga melakukan daur ulang baling-baling yang sudah tidak terpakai. dari sekedar memasok baling-baling kapal, pada tahun tersebut, industri kuningan menjadi ikon Juwana. Industri ini menopang kehidupan ratusan warga Kecamatan Juwana. Namun dengan surutnya industri galangan kapal kerajinan kuningan turut terkena imbasnya mengalami kemunduran. Pemerintah Daerah Pati, guna lebih meningkatkan investasi pembangunan daerah, melalui Departemen perindustrian berupaya mengangkat industri kerajinan kuningan dngan mengikutsertakan dalam pameran, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Pemerintah mencanangkan program keterkaitan, salah satu yang bertindak menjadi bapak angkat adalah PT. Krisna berdiri tanggal 14 Juli 1963, nama pemiliknya Krisnawan Susanto. Deskripsi: Pada tahun 1970-an industri besar kuningan di Juwana yaitu Sampurna, Krisna, Sinar Logam, dan Samarinda. Potensi pengrajin kuningan di Juwana ada 5.000-an yang tersebar di berbagai sudut kota. Meskipun banyak produk dari luar daerah dan luar negeri memasuki Juwana. Keadaan tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi. Cara yang dilakukan dengan mengembangkan kerajinan kuningan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Peningkatan mutu produksi yang menitik beratkan pada peluang desain melalui kemampuan karya seni para desainer. Pembuatan bentuk, corak dan warna disesuaikan dengan permintaan pemesan. Kemampuan membaca pasar menjadi tolok ukur tersendiri. Keempat industri kuningan besar menjadi mitra atau bapak angkat pengrajin kecil di Juwana. Pada tahun 1980-an, Sampurna, Krisna, Sinar Logam dan Samarinda memiliki keryawan lebih dari ratusan pengrajin. Keterkaitan Industri besar kepada pengrajin selaku bapak angkat memberi bantuan yang meliputi permodalan, peralatan, bahan baku dan pemasaran. Industri kuningan Krisna mempunyai 35 anak angkat. Adanya bapak angkat turut mendukung perkembangan pengrajin kecil. Pengrajin kecil yang dahulunya hanya memiliki 10 karyawan, setelah mempunyai bapak angkat menjadi 20 karyawan. hasil karya seni kerajinan kuningan dilakukan melalui beberapa tahap meliputi : perancangan disein, pembuatan karya seni, penghalusan hingga pencelupan warna. Hal ini juga dilakukan terhadap hasil produksi ke-35 anak angkat. Program keterkaitan ini saling menguntungkan kedua belah pihak. Ada bebrapa upaya yang dilakukan dalam menerobos pasaran luar negeri. Industri kuningan Krisna mengadakan pameran, misalnya : Inggris, Jerman, Brunai, Singapura dan Jepang. Melakukan penyebaran informasi melalui majalah dalam negeri dan luar negeri. Pada tahun 1986, Industri kerajinan kuningan Krisna mendapat penghargaan Upakarti Bidang Pengabdian karena keberhasilannya mengangkat industri kecil kerajinan kuningan. Pada tahun tersebut industri kerajinan Krisna mempunyai 45 anak angkat. Pada tahun 198o-1990 merupakan masa kejayaannya. Pada tahun 1995 mendapatkan penghargaan Paramakarya. Awal tahun 1997-an, perusahaan skala besar hanya tinggal dua yaitu Sampurna dan Krisna. Industri kuningan karena resesi ekonomi mengalami kemunduran. Penyebab kemundurannya karena kenaikan bahan baku, keterbatasan kemampuan manajerial, matinya industri galangan kapal, persaingan bebas menghadapi produksi Cina yang harganya lebih murah. Industri kuningan skala besar sampurna dan Krisna tetap bertahan. Produksi yang dihasilkan berupa brass handycraft, antara lain : lampu hias, hiasan dinding, tempat lilion, souvenir, dan patung. Produksinya selama setahun (pada tahun 2008) 60 ton. Masa sekarang ini PT. Krisna telah mempunyai 5 cabang di kota besar, yaitu : Jl. Radio Dalam Raya 34 Jakarta Selatan Jl. Rejosari I Semarang Jl. Kacapiring No 2, Bandung Jl. Urip Sumoharjo 90 A, Solo Jl. Darmo Indah Barat U/19, Surabaya