Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Nasi Gandul |
Sejarah:
Tidak diketahui siapa penjual pertama kali nasi gandul. Awalnya ditahun 1950-an para penjual nasi gandul berjalan kaki sambil menggotong pikulan yang berisi kuali kuah gandul di satu sisi, sisi yang lain adalah bakul nasi. karena awalnya digotong dengan pikulan itulah disebut nasi gandul. Gandul artinya menggantung sewaktu dipikul, dijajakan berkeliling, pikulan naik turun seiring dengan gerak langkah pemikulnya. Namun sekarang ini sulit dijumpai penjaja nasi gandul yang berkeliling. Penamaan nasi gandul, versi kedua adalah kerena cara penyajiannya. Nasi gandul disajikan dengan alas piring duan pisang, kuah dan nasi tidak menyentuh dasar piring atau seakan menggantung. Karena itulah dinamakan nasi gandul.
Ada beberapa (+ 50 an) penjual nasi gandul di Pati yang terkenal, salah satunya Nasi gandul Pak Sardi. Pak Sardi mulai berjualan semenjak tahun 1978 dengan cara dipikul namun mulai tahun 1994 sudah menetap di jalan Panunggulan, Desa Gajahmati. Meskipun telah menetap, pikulan tetap dijadikan menaruh dagangannya. Nasi gandul Pak Sardi buka dari jam 17.00-selesai. Karena bukanya dari petang sampai malam maka dinamakan Nasi gandul Romantis Pak Sardi. Sehari Pak Sardi menghabiskan 30 kg daging, kalau lebaran sehari 1 kwintal.
Deskripsi:
Nasi gandul adalah nasi yang disiram kuah coklat. Nasi gandul sejenis nasi pindang yang dipersilangkan dengan rawon dan gule. Dalam penyajiannya dipakai daun pisang untuk alasnya. Nasi gandul disajikan dengan lauk-pauk yang berbeda menurut pesanan pembeli, antara lain; bergedel, tempe, lidah sapi, usus sapi, daging sapi, paru sapi dan hati sapi, kemudian diberi tambahan bumbu kecap manis, pedas, lalu digunting bukan diiris ditabur di atas nasi putih yang diletakkkan di piring dengan alas daun pisang kemudian disiram kuah.
Mengenai bahan dan cara pembuatan sebagai berikut :
Bahan : Bumbu Halus :
- 250 gram daging sapi/kerbau - 8 butir bawang merah
- 600 ml daun salam - 4 siung bawang putih
- 2 cm lengkuas dimemarkan - 2 buah cabai merah
- 1 tangkai serai dimemarkan - 1 cm kencur
- 2 sendok makan minyak untuk menumis - 1 buah isi kluwek
- garam secukupnya - 1/4 sendok jinten
- gula secukupnya - 1/4 sendok ketumbar
- kecap manis secukupnya - 1/2 sendok merica
Pembuatan :
1. Rebus daging sampai empuk, sisihkan kaldunya.
2. Tumis semua, bumbu halus masukkan santan, daun salam, lengkuas, serai, garam, gula masak sampai mendidih.
3. Setelah matang, tuangkan dalam piring yang berisi nasi putih beralaskan daun pisang, potong daging atau lauk pilihan lainnya taburi bawang merah goreng dan beri sedikit kecap manis dan sambal bila ingin rasa manis dan pedas.