Sejarah:
Pak Sadali adalah satu-satunya perajin warangka yang ada di Desa Sidokangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga. Ia tidak tahu kapan persisnya kerajnan warangka ini muncul di desanya. Yang ia tahu ia sebagai perajin warangka sudah keturunan ke empat. Jadi mulai dari orang tuanya, kakeknya, kakek buyutnya, dan kakek canggah secara turun-temurun menekuni pembuatan warangka atau sarung pusaka dan sebagainya. Ia sendiri mulai menekuni usahanya sejak 1970-an .
Sekarang ini ia tidak hanya membuat warangka tetapi juga bertindak untuk membersihkan tosan aji (keris). Untuk regenerasi kegiatannya sebagai pembuat sarung keris ia sudah melatih anaknya dan kini umur 10 tahun sudah terampil mengerjakan warangka.
Deskripsi:
Tenun khas Purbalingga berasal dari Desa Onge, Kecamatan Mrebet. Kain tenun tersebut dahulu digunakan untuk baju dan celana untuk pencari nira kelapa . Tenun dipilih karena kainnya tebal dan awet dapat melindungi gesekan antara kulit dan batang pohon kelapa.
Kain tenun pada waktu dulu juga digunakan dalam ritual siraman upacara pernikahan. Kegiatan menenun dilakukan setelah selesai pekerjaan di rumah dan di sawah, biasanya setelah dzuhur.
Sekarang ini bahan untuk menenun yaitu benangnya harus memesan dahulu ke pabrik di Purbalingga sebulan sebelumnya. Satu kain tenun prosesnya selesai dalam 10 hari. Satu lembar kain tenun dijual dengan harga Rp 70.000-Rp85.000.