Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Kaulan Sangawareng - Bluluk, Kab. Lamongan, Jawa Timur |
Nyadran/kaul sangawareng merupakan upacara yang awalnya ditujukan kepada roh halus
penjaga desa (danyang) agar tidak menganggu atau menebar bencana seperti wabah penyakit,
pagebluk dan kurang pangan. Upacara ini disebut dengan upacara nyadran/kaulan
sangawareng karena upacara dilaksanakan oleh warga Desa Sangawareng, Kecamatan Bluluk,
Kabupaten Lamongan. Dalam perkembangannya upacara ini merupakan ungkapan syukur atas
semua yang sudah warga dapatkan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Upacara sangawareng dilaksanakan pada hari Sabtu Pon dan Minggu Wage sesuai dengan
ketentuan yang sudah disepakati secara turun temurun. Bulan pelaksanaan ditentukan dengan
musyawarah namun selalu terkait dengan musim panen padi di desa tersebut. Upacara
sangawareng diselenggarakan di sumber mata air atau kompleks makam. Sumber mata air
tersebut terdiri atas sendang lanang, sendang wedok, sendang ngason yang digunakan untuk
minun dan sendang nganten.
Jalannya upacara nyadran/kaulan sangawareng diawali dengan musyawarah desa untuk
menentukan bulan pelaksanaan. Warga desa kemudian melakukan kerja bakti membersihkan
rumput dan semak-semak di lingkungan patirtan dan makam desa, mencari ikan di dalam
sendang yang dianggap aneh, mengumpulkan hasil temuan uang logam yang ada di dalam
sendang dan kemudian dibagi-bagikan dan terakhir membakar ikan di tempat atau di sendang,
kecuali ikan yang dianggap aneh. Ikan aneh tersebut disimpan dan kemudian dilepas kembali
pada hari pelaksanaan upacara di sendang nganten. Upacara nyadran/kaulan sangawareng juga
dimeriahkan dengan berbagai acara budaya antara lain menabur bunga dikompleks makam,
menggelar kesenian rakyat, pembacaan asal-usul desa oleh sespuh, dan selamatan yang
diakhiri dengan makan bersama. Para peserta upacara mengenakan busana adat Jawa.