Sejarah :
Jathilan adalah seni pertunjukan dengan menampilkan tari berkelompok. Di Kulonprogo banyak terdapat grup Jathilan dan berkembang sepanjang masa. Hampir setiap desa memiliki grup Jathilan. Satu grup Jathilan beranggotakan lebih dari 30 orang ada yang menjadi penari, penabuh musik. Pertunjukan Jathilan berfungsi sebagai tarian sekuler biasanya dipentaskan di arena terbuka dan berlangsung tiga sampai empat jam.
Deskripsi:
Jathilan berbentuk tari kelompok, dibawakan oleh penari laki-laki berjumlah 14 orang. Diantara ke 14 penari itu ada satu yang berperan sebagai wewe-wewe mengunakan teknik tari wanita. Secara rinci penarinya terdiri dari 2 orang sebagai onclong (penari naik kuda), empat prajurit, dua barongan, satu penthul, satu bejer, satu wewe, satu gandarwa.
Riasan penari seperti wayang wong, kecuali yang bertopeng, yaitu penthul, bejer, wewe, gandarwa dan barongan. Musik pengiring Jathilan terdiri dari 3 angklung, 1 kendang, 1 kecer, 2 bendhe, 1 terbang, dengan nada slendro. Para penabuh duduk di halaman sekitar tempat pertunjukan.
Pertunjukan dilaksanakan selama 3 sampai 4 jam. Jika pagi hari mulai jam 08.00 sampai 12.00. jika siang hari mulai pukul 13.00 sampai 16.00.