Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaWalang Goreng
Sejarah : Belalang goreng bagi sebagian perantau dari Gunung Kidul dianggap sebagai emas merah sebab sangat sulit mendapatkan makanan ini diluar Gunung Kidul. Belalang yang masih mentah banyak dijajakan di pinggir jalan misalnya diantara Wonosari-Semanu. Salah satu warung makan yang menyediakan masakan belalang goreng adalah Warung Sego Abang Jirak (Warung Sego Abang Pari Gogo). Harga barang relatif mahal karena cukup sulit untuk mencari belalang dan tidak sembarang belalang bisa dikonsumsi. Biasanya para pencari belalang mulai berburu sehabis hujan reda, dengan peralatan jaring kecil dan tongkat galah panjang, serta wadah belalang. Selain disetorkan ke warung-warung yang biasa menyediakan belalang, para pencari juga menjajakan sendiri belalang tangkapannya di pinggir jalan. Belalang-belalang itu direnteng pada sebuah lidi kelapa, tiap rentang berisi 10 ekor. Deskripsi : Belalang atau walang yang dijadikan bahan makanan ini adalah jenis walang kayu yang biasa hidup di pohon-pohon jati. Walang biasa dimasak menjadi aneka makanan, dibacem, keripik, atau hanya digoreng dengan bumbu bawang dan garam. Sebelum dimasak belalang ini dibuang sayapnya dan kaki (suthang), lalu kotorannya dibuang (telih dan saluran ususnya), lalu dicuci bersih. Setelah bersih baru dimasak sesuai keinginan. Belalang goreng setelah masak warnya menjadi coklat kemerahan, rasanya gurih dan renyah.