Detail Informasi Budaya

Data Teknis
No Inventaris-
NamaUpacara Tradisional “Babad Dalan” - Paliyan, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta
Sejarah : Ki Ageng Pemanahan mencari leluhur di Sodo lalu membabad hutan untuk mencari makam Ki Ageng Giring. Dahulu kala para santri berniat berziarah ke makam Ki Ageng Giring, dimulai pada hari Kamis Wage berjalan dari desa Giring menuju ke utara lokasi makam. Setelah dua hari bekerja para santri sampai di padepokan Ki Ageng Giring. Dan memang benar sesuai petunjuk dari juru kunci makam Tembayat terdapat makam yang diapit dua buah sungai kecil disebelah barat pohon purbakala. Pekerjaan babad alas selesai pada hari Jumat Kliwon, dan untuk prosesi babad dalan. Para santri dan penduduk sekitar makam mengadakan kenduri berupa nasi putih dan ingkung, didoakan oleh sesepuh pakuwon Sodo. Sesepuh menjelaskan bahwa Babad Dalan adalah mengenang kembali peristiwa “Babad Dalan” sebagai awal berdirinya Desa Sodo dan sekaligus tanda syukur atas nikmat Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil pertanian. Deskripsi: Upacara ini dilaksanakna setahun sekali pada hari Jumat Kliwon atau Kamis Wage setelah panen. Upacara dilakukan untuk memperingati Kyai Ageng Giring II. Diikuti seni tradisi. Upacara ini dilakukan dengan kerja bakti (membersihkan jalan) dan melacak kejadian babad dalan. Prosesi diakhiri dengan mengadakan “Kenduri Bersama pada hari Jumat Kliwon” ditutup dengan doa memohon keselamatan dunia dan akhirat. Sebelum ditutup dengan doa sesepuh desa menjelaskan makna dan tujuan diadakannya tradisi Babad Dalan.