Sejarah :
Uapacar tradisional ini dilaksanakan oleh para nelayan sejak puluhan tahun silam. Upacara ini merupakan cara kultural nelayan untuk mengharapkan adanya peningkatan rezeki pada tahun yang akan datang sekaligus ucapan syukur atas
Rezeki selama setahun lalu. Tardisi ini sudah dilaksanakan turun-temurun dan dilakukan setiap tahun di pantai Sadeng oleh masyarakat nelayan.
Deskripsi:
Sedekah laut yang berlangsung di pantai Sadeng ini dilakukan bertepatan tanggal 1 Suro dalam kalender Jawa, ditandai dengan membuat berbagai sesaji dan riutual sedekah laut. Sesaji terdiri dari hasil bumi, ayam panggang, jajan pasar dan buah-buahan, dan bunga; diarak oleh kelompok masyarakat yang terdiri dari perawan desa, perjaka desa, serta tokoh masyarakat dengan dengan mengenakan busana Jawa lengkap. Arak-arakan menuju sebuah bagunan pendopo di pantai Sadeng. Sesaji dan uba rampe diletakan di pendopo lalu masyarakat memanjatkan doa. Sesaji dan ubarampe yang dibentuk menjadi gunungan lalu dimasukkan perahu lalu dilarung ke tengah laut.
Upacara ini diiringi dengan pementasan reog, jathilan, tayub, dan prosesi sedekah laut