Detail Informasi Budaya
Data Teknis
| No Inventaris | - |
| Nama | Upacara Sadranan Gunung Gambar - Ngawen, Kab. Gunung Kidul, DI Yogyakarta |
Sejarah:
Pada abad ke 17 Raden Mas Said (Pangeran Samber Nyowo) bertapa di puncak Gunung Gambar, mendapat wahyu krtaon melalui inspirasi Kyai Gading Mas yang bertempat di puncak Gunung Gambar. Pada waktu bertapa, Mas Said menghadap ke timur laut ke arah Kraton Surakarta, yang dalam semedinya menggambarkan calon daeraj Kerajaan Mangkunegaran dan merencanakan strategi melawan penjajah/kompeni. Oleh karena peristiwa itu maka tempat tersebut dinamakan Gunung Gambar (tempat menggambarkan sesuatu) dan mengajarkan Tri Dharma: “Rumongso Handarbeni, wajib Angkrungkebi, Mulat Saniro Angroso Wani”. Pada waktu bertapa itu Raden Mas Sahid dibantu dan dilindungi oleh penguasa wilayah Ngawen pada waktu itu yaitu Ki Ageng Singodikoro dan kelima anaknya.
Untuk mengenang jasa Kyai Gading Mas maka diadakan Upacara Sadranan yang dilaksanakan pada hari Senin Legi atau Kamis Legi. Hari Senin Legia dalah hari kelahiran dan Kamis Legi adalah hari meninggalnya Kyai Gading Mas.
Deskripsi:
Upacara Sadranan dimulai dengan menyiapkan sesaji yang dibentuk menjadi Gunungan, lalu dikumpulkan di rumah Kepala Dusun Gunung Gambar. Sesaji lalu diarak ke lokasi Gunung Gambar diiringi seni tradisional reyog dan terbang. Setelah sampai di lokasi, sesaji diserahkan kepada Bapak Camat. Oleh Bapak Camat lalu diserahkan kepada Juru Kunci untuk diikrarkan. Setelah itu lalu sambutan dari pemerintah. Setelah acara sambutan lalu gunungan diperebutkan oleh masyarakat yang hadir, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan atraksi kesenian.