Sejarah :
Saat kita berkunjung ke Brebes terasa tidak lengkap apabila kita tidak membeli oleh-oleh yang juga menjadi ciri khas kuliner dari kota ini, telur asin. Kini kita banyak menemukan tempat-tempat yang menjual makanan ini, saat bulan Ramadhan ini saja makanan ini selalu habis terjual. Sebenarnya siapa yang pertama kali mencetuskan ide untuk membuat telur asin ini, hingga kini menjadi sangat terkenal? Tak lengkap rasanya apabila menyebut Brebes tanpa telur asin. Ya, telur asin telah menjadi ikon dan ciri khas kabupaten yang terletak di ujung barat Provinsi Jawa Tengah tersebut. Ratusan pedagang telur asin tersebar di hampir semua wilayah Kabupaten Brebes.
Pusat oleh-oleh tampak berderet di sepanjang jalur pantura, antara lain di wilayah Kecamatan Wanasari, Jalan Pemuda, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Jenderal Sudirman di Kecamatan Brebes. Ratusan ribu, bahkan jutaan, butir telur asin siap menanti kehadiran pembeli, termasuk para pemudik pada arus Lebaran tahun ini. Keberadaan telur asin di Kabupaten Brebes sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Orang yang dipercaya sebagai salah satu pionir pembuat telur asin di Brebes adalah In Tjiauw Seng dan istrinya, Tan Polan Nio.